BKSAP Ajak Generasi Muda Bela Negara Melalui Politik

Anu
BKSAP Ajak Generasi Muda Bela Negara Melalui Politik
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf saat dialog interaktif BKSAP Day bersama pelajar SMAN 1 Lawang, di Malang, Jawa Timur. Foto: DPR

Malang, HanTer -- Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mengajak generasi muda untuk meningkatkan literasi. Berpolitik saja tidak hanya cukup,  tetapi harus diimbangi dengan pengetahuan untuk menjawab peluang dan tantangan dalam menghadapi arus persaingan global.

“Anak-anak harus terus diberikan edukasi bahwa politik adalah tempat pengabdian. Bagaimana kita bisa bela negara melalui politik. Kalau kita memang ingin mengabdi, maka jadikanlah politik sebuah pengabdian bukan tempat mencari jabatan,” kata Nurhayati saat dialog interaktif BKSAP Day bersama pelajar SMAN 1 Lawang, di Malang, Jawa Timur, Kamis (11/4/2019). 

BKSAP Day merupakan acara rutin yang diselenggarakan dengan tujuan memperkenalkan BKSAP, sebagai salah satu Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang berperan sebagai penjuru (vocal point) diplomasi Parlemen. Kali ini BKSAP Day mengambil tema “BKSAP DPR RI dan Peran Strategis Diplomasi Parlemen Indonesia”.

“Biasanya BKSAP Day diselenggarakan di perguruan tinggi, namun kami merasa penting dilakukan di tingkat SMA, karena bisa menjadi bekal untuk menentukan kemana mereka bisa berjuang untuk Indonesia. Bahwa tidak hanya dalam negeri, tetapi ada lahan luar negeri yang mereka bisa perjuangkan kepentingan nasional," papar Nurhayati yang juga lulusan Fakultas Kedokteran itu.

Pada kesempatan tersebut, politisi Partai Demokrat itu menjelaskan tantangan global telah menarik parlemen untuk aktif berpartisipasi dalam kancah hubungan internasional. Ia juga menyampaikan pentingnya peran parlemen dalam mendukung kebijakan luar negeri pemerintah seperti menjunjung tinggi perdamaian dunia. 

Hal tersebut dibuktikan dalam sidang-sidang internasional, BKSAP menunjukkan posisi solidaritas dan dukungan kepada negara-negara Muslim seperti kemerdekaan Palestina, Rohingya, dan umat muslim Uighur. DPR RI bahkan menginisiasi sejumlah draf resolusi terkait tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya di Myanmar melalui forum ASEAN Inter-parliamentary Assembly (AIPA) dan Asian Parliamentary Assembly (APA).

Tak hanya itu, masih kata Nurhayati, DPR RI menjadi pertama yang menginisiasi pertemuan kerja sama parlemen negara-negara pasifik untuk menguatkan diplomasi antarnegara di kawasan Pasifik. Menurutnya, Indonesia juga harus bangga karena memiliki Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai filsafat bangsa.

Diskusi ditutup dengan sesi tanya jawab dengan pelajar SMAN 1 Lawang.  Di penghujung acara, Nurhayati selaku Ketua BKSAP memberikan motivasi kepada para pelajar, bahwa pengabdian kepada negara bisa dilakukan melalui politik dengan menerapkan kebijakan-kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan langsung masyarakat.

“Pertanyaannya bagus dan sangat kritis, artinya mereka mendengarkan dan ingin tahu. Setelah acara ini, saya harap banyak anak-anak bangsa yang berminat terjun ke dunia politik. Sebab, menjadi politisi kita bisa berbuat lebih banyak dan yang terpenting adalah memberikan suri ketauladanan atau leadership by example,” pungkas legislator dapil Jawa Timur V itu.