Kominfo: 7 Konten Medsos  Langgar UU

Bagi-bagi Sembako di Masa Tenang

Antara/Safari
Bagi-bagi Sembako di Masa Tenang
Ilustrasi Bawaslu

Jakarta, HanTer— Masa tenang Pemilu 2019  (14-16 April),  kampanye terselubung masih terjadi, terutama di media soail. Bahkan ada calon anggota legislatif yang membagi-bagi sembako dan kerudung dengan menyertakan bahan kampanye, seperti kartu nama, dan contoh surat suara kepada masyarakat.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Infromatika (Kominfo) menemukan tujuh konten di media sosial yang diduga melanggar aturan masa tenang yang bebas dari kampanye pemilu pada 14 April hingga 16 April 2019.

"Sejak Minggu pukul 00.00 WIB sampai dengan tadi (Senin siang), konten yang dianggap melanggar undang-undang pemilu, terduga pelanggar sudah ada tujuh," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ditemui usai peluncuran program diskon saat pemilu Klingking Fun, di Jakarta, Senin (16/4/2019).

Tujuh konten itu, menurut Rudiantara, sebagian besar muncul pada media sosial Instagram dan diduga melanggar undang-undang Komisi Pemilihan Umum (KPU) No.7 tahun 2017 tentang masa tenang.

"Masa tenang itu tidak boleh ada aktivitas baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Aktivitas yang sifatnya mempromosikan, yang sifatnya kampanye karena masanya sudah lewat," kata Rudiantara tentang langkah hukum terhadap pelanggar masa tenang Pemilu 2019 di media sosial.

Sembako

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menemukan dugaan tindak pidana pemilu yang melibatkan empat orang calon legislatif dari partai berbeda di daerah itu, dua hari menjelang pungut hitung.

Ketua Bawaslu Sulawesi Tengah, Ruslan Husain, di Palu, Senin malam, menjelaskan pada patroli pengawasan ditemukan indikasi kuat adanya caleg membagi-bagikan bahan makanan pokok dan kerudung kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Sigi dengan menyertakan bahan kampanye, seperti kartu nama, dan contoh surat suara.

Ruslan mengatakan kasus ini sedang dalam proses investigasi dan klarifikasi dari sejumlah saksi. "Tim sudah ke lokasi dan sudah ada beberapa saksi yang kita mintai keterangan," katanya.