271.880 Personil Polri Disiapkan

Pemilu Aman, Tak Akan Terjadi Serangan Teroris

Sammy/Safari
Pemilu Aman, Tak Akan Terjadi Serangan Teroris
Polri mewaspadai ancaman terorisme menjelang hari pencoblosan Pemilu, 17 April 2019.

Jakarta, HanTer – Polri mewaspadai ancaman terorisme menjelang hari pencoblosan Pemilu, 17 April 2019. Apalagi beberapa waktu lalu, aksi bom bunuh diri terjadi di Sibolga, Sumatera Utara.

"Ancaman terorisme merupakan salah satu isu yang betul-betul diwaspadai oleh kepolisian. Karena pasca kejadian di Sibolga dan penangkapan yang dilakukan di wilayah Jawa Barat, Jateng dan Jatim itu menunjukkan mereka. Kepolisian tentunya akan meningkatkan kewaspadaan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Jakarta, Minggu (14/4/2019).

Sementara itu, pengamat intelijen dari the Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya optimis tidak akan terjadi kegaduhan di hari H pemungutan suara 17 April 2019. Apalagi dalam beberapa bulan kemarin aparat kepolisian juga banyak menangkap orang-orang yang diduga terkait dengan kelompok teroris dan diduga hendak melakukan serangan teror kepada aparat kepolisian.

"Insya Allah optimis aman, sejauh ini tidak ada indikasi mengarah kesana," ujar Harits Abu Ulya kepada Harian Terbit, Senin (15/4/2019).

Harits menilai, sejauh ini kelompok teror tidak punya kepentingan signifikan terhadap agenda pemilu. Apalagi mereka juga tidak ada kapasitas untuk gagalkan pemilu via serangan teror.

Menurutnya, andaikan ada aksi teror, itu hanya soal memanfaatkan momentum dan targetnya masih tetap kepada aparat kepolisian dan tidak korelatif dengan agenda pemilu. Sehingga jika ada serangan tidak terkait dengan Pemilu 2019. "Optimis gak ada serangan teror yang bisa ganggu jalannya pemilu," tandasnya.

Pengamat politik dari Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminudin juga meyakini tidak akan terjadi kegaduhan di hari H pemungutan suara 17 April 2019.

“Tapi nampaknya gejolak pasca Pilpres 2019 tidak bisa dihindari karena indikasi kecurangan massif, sistematis dan terstruktur. Seperti masalah DPT, ribuan kertas dicoblos untuk Jokowi - Maruf sebelum Pilpres, money politik, dan politisasi birokrasi serta BUMN dan lainnya” ujar Aminudin dihubungi terpisah, Senin (16/4/2019).

271.880 Personil

Pihak Polri menyiagakan 271.880 personel polisi untuk mengamankan hari pencoblosan Pemilu. Pengamanan disebar di TPS dan penebalan personel.

"Untuk 17 April personil Polri yang diterjunkan 271.880 personil baik pengaman yang ada di TPS-TPS kemudian sebagai pasukan penebalan di tingkat Polsek, kemudian tingkat Polres, sampai tingkat Polda, serta pengamanan seluruh objek vital nasional dan daerah," kata Brigjen Dedi Prasetyo, di Jakarta, Minggu (14/4/2019).

Dedi mengatakan, Polri dibantu oleh 68 ribu pasukan TNI untuk keamanan di TPS. Jumlah personel yang disiagakan untuk menjamin keamanan dalam Pemilu 2019.

"TNI sebenarnya 181 ribu sisa dari 68 ribu stand by pos untuk mengantisipasi situasi kontijensi maka mereka langsung bersama petugas kepolisian meredam potensi yang mungkin terjadi. Kita juga menyiapkan agar masyarakat ini mendapat rasa keamanan jaminan juga keasikan dan tidak boeh golput," terangnya.

Lebih lanjut, salah satu zona rawan saat pemilu yakni di Papua, kepolisian punya strategi khusus untuk pengamanan. Dedi mengatakan, TNI-Polri akan memperkuat melakukan pengawalan pendistribusian logistik ke TPS dan dari TPS ke penyimpanan logistik surat suara.

"Kita mengantisipasinya dengan penebalan beberapa kesatuan yang ada di sana, baik dari TNI maupun polri yang mem-back up anggota kepolisian yang memang memiliki tugas pengamanan TPS kemudian juga mengamankan logistik pemilu dari TPS ke tempat penyimpanan logistik KPU itu diamankan oleh rekan Brimob TNI yang ada di wilayah tersebut," kata Dedi.

Apel Bersama

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memimpin Apel Siaga Pemilu 2019 di Lapangan Banteng, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Apel tersebut dihadiri Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman; Ketua KPU DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos serta anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta serta seluruh penyelenggara Pemilu tingkat kecamatan, kelurahan, dan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Anies berpesan kepada seluruh penyelenggara dan peserta Apel Siaga Pemilu untuk menjaga integritas dan soliditas agar Pemilu di Jakarta berjalan sesuai dengan asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (Luber Jurdil).

Sebelumnya, Pihak Satpol PP DKI, SKPD Provinsi DKI, TNI, Polri, Bawaslu DKI, KPU DKI, perwakilan peserta Pemilu dan instansi terkait lainnya, Sabtu (13/4) malam, telah menggelar apel bersama di Balaikota. Apel yang dipimpin Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin, dalam rangka penurunan APK memasuki masa tenang Pemilu 2019, Minggu (14/4/2019).

"Kegiatan penurunan alat peraga kampanye dimulai Minggu (14/4/2019) pukul 00.00WIB, melibatkan 430 personel gabungan. Penurunan APK menjadi kewajiban peserta pemilu, kami hanya membantu dalam proses penurunan," ujar Arifin.

Ia mengungkapkan, sesuai aturan yang berlaku seluruh alat peraga kampanye harus sudah diturunkan.