Satgas Anti Mafia Bola Serahkan Jokodri ke Kejagung

Danial
Satgas Anti Mafia Bola Serahkan Jokodri ke Kejagung
Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono

Jakarta, HanTer - Satgas Anti Mafia Bola menyerahkan barang bukti berserta tersangka kasus perusakan barang bukti pengaturan skor pertandingan, Joko Driyono akan ke Kejaksaan Agung, Jumat (12/4/2019).

Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, berkas perkara milik tersangka mantan Plt Ketua Umum PSSI tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P21 dan pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah menyatakan lengkap baik dari sisi persyaratan materil maupun syarat formil. Sehingga, selanjutnya, kasus hukum Joko Driyono (Jokodri) bisa segera dilanjutkan ke meja hijau.

“Rencananya, siang ini Joko Driyono diserahkan berserta barang buktinya. Pelimpahan tersangka dan barang buktinya akan diserahkan dari Polda Metro Jaya,” ujar Argo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Satgas Anti Mafia Bola juga sudah melimpahkan berkas dan enam tersangka ke Kejaksaan Agung, untuk dibawa ke Kejaksaan Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah.

Keenam tersangka kasus pengaturan skor (match fixing) itu merupakan pengungkapan kasus dari laporan manajer Persibara Banjarnegara, Laksmi Indaryani pada 19 Desember 2018 dengan nomor LP/6990/XII/2018/PMJ/DITRESKRIMUM.

Keenam tersangka itu adalah anggota Komisi disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Exco PSSI dan Ketua Asprov Jawa Tengah Tjan Ling Eng alias Johar, serta mantan anggota komite wasit Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari. Kemudian, Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansyur Lestaluhu dan wasit pemimpin pertandingan Nurul Safarid.

Sebelumnya diberitakan, Jokodri adalah aktor intelektual yang memerintahkan tiga orang asistennya, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar untuk merusak barang bukti dan mengambil barang bukti berupa laptop di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti Mafia Sepakbola beberapa waktu lalu, dimana barang bukti penggeledahan tersebut tengah dalam pengawasan kepolisian dan sudah diberi tanda garis polisi saat pengembangan kasus.