Sidang Karen Agustiawan

Akuisisi Blok BMG untuk Melatih Pertamina Lelang Tingkat Internasional

Anu
Akuisisi Blok BMG untuk Melatih Pertamina Lelang Tingkat Internasional
Mantan direktur utama Pertamina Karen Galaila Agustiawan. Foto: Antara

Jakarta, HanTer -- Perkara dugaan korupsi dalam proses akuisisi Blok Basker Manta Gummy di Australia dengan terdakwa mantan direktur utama Pertamina Karen Galaila Agustiawan terus berlanjut. Tiga orang mantan komisaris Pertamina untuk bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (11/4/2019).  

Adapun tiga komisaris yang dimaksud adalah Humayun Bosha, Umar Said, dan Gita Wiryawan. Ketiga orang tersebut menjabat sebagai komisaris ketika proses akuisisi Blok BMG ini dilakukan. 

Mantan Dewan Komisaris PT Pertamina Umar Said dalam persidangan menyatakan dirinya mendukung langkah mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Galaila Agustiawan untuk mengakuisisi Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009. Hal ini dilakukan karena menurutnya, akuisi tersebut ditempuh untuk melatih Pertamina melakukan lelang pada tingkat internasional.

“Maksud pembelian ini untuk melatih lelang internasional. Karena Pertamina belum pernah ikut lelang internasional,” kata Umar.

Tak hanya itu, Umar memastikan, akuisis Blok BMG pada 2009 silam melalui persetujuan Dewan Komisaris. Sebab, dalam AD/ART Pertamina, langkah yang ditempuh Dirut harus melalui Dewan Komisaris. “Begitu memang bunyinya (melalui persetujuan Dewan Komisaris),” tegasnya.

Sementara itu, Humayun Bosha selaku anggota Dewan Komisaris juga menyatakan bahwa langkah akuisisi Blok BMG Australia bermaksud untuk menaikan cadangan minyak. Namun malah mengalami penurunan. “Untuk menambah cadangan dan produksi minyak,” ungkap Bosha.

Setelah proses akuisisi Blok BMG Australia pada 2009 terjadi, proses peningkatan cadangan minyak naik setelah lima bulan berjalan. “Kembali selama lima bulan,” tuturnya.