PDIP: Tahu Bakal Kalah Lawan Jokowi,  Tim Prabowo-Sandi Panik

danial
PDIP: Tahu Bakal Kalah Lawan Jokowi,  Tim Prabowo-Sandi Panik

Jakarta, HanTer - Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Hasto Kristiyanto menyebut, jika klaim sepihak dari Amien Rais yang menyatakan bahwa Prabowo Subianto sebagai titisan Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Tomo adalah sebuah ungkapan kepanikan menjelang hari H Pilpres 17 April mendatang.

Hasto menilai, pernyataan Mantan Ketua Umum MPR tersebut menjadi mentah seketika jika melihat bagaimana tampilan pribadi Prabowo yang semakin hari semakin menunjukkan sikap temperamentalnya. Sikaptersebut mencerminkan watak dirinya saat berkampanye yang jauh dari politik santun.

"Kita tahu begitu banyak fitnah dan hoax yang mereka lemparkan. Bahkan KPU pun telah meminta mengusut tuntas hoax atas hasil perolehan suara Luar Negeri yang dikampanyekan melalui jejaring tim Prabowo - Sandi," ujar Hasto dalam keterangan resminya pada Kamis (12/4/2019).

"Ketika jumlah massa yang hadir saat kampanye Prabowo di GBK pun diklaim lebih dari 1 juta orang. Padahal kapasitas maksimal GBK (Gelora Bung Karno) hanya mampu menampung 170 ribu orang. Dari sini kita bisa memahami karakter seorang pemimpin, jika mampu memanipulasi data, maka akan diresponse negatif oleh rakyat," tambah Hasto.

Hasto yang juga menjabat sebagai Sekretaris TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi - Ma'ruf Amin menyebut, apa yang ditampilkan sebagai komunikasi politik Tim Prabowo - Sandi adalah sebuah manifestasi psikologis yang mencerminkan kepanikan dan ketidakmampuannya mengatasi penumpang gelap.

Selain itu, ungkapan Hasto tersebut juga telah dipahami masyarakat luas, jika dibelakang Prabowo - Sandi tersembunyi agenda lainnya akibat adanya dukungan simpatisan ISIS dan dukungan dari mereka yang pemikiran politiknya berbeda dengan  Pancasila sebagai karakter bangsa. 

"Kampanye di GBK menunjukkan kuatnya eksklusivitas yang berbeda dengan watak dan kepribadian bangsa yang begitu inklusif. Rakyat terus mencatat bagaimana saat kampanye di Cianjur, Pak Prabowo menggunakan mobil eks donatur ISIS berpelat nomor B2 64RIS. Atas dasar tampilan kampanye ekstra eklusif tersebut, munculah banyak tulisan di sosial media, bagaimana dalam kampanye Di GBK, Gerindra dikudeta oleh PKS," jelas Hasto.

PDI Perjuangan selaku Partai pengusung Jokowi, sangat bisa memahami kegusaran KPU atas manipulasi hasil perolehan suara di luar negeri yang dimanipulasi condong ke paslon 02 Prabowo - Sandi.

"Kesemuanya adalah manipulasi. Di Suriah, ISIS juga jago dalam hal manipulasi itu. Karena itulah PDI Perjuangan bersama Golkar, PKB, Nasdem, PPP, Hanura, PKPI, Perindo dan parpol KIK lainnya terus merapatkan barisan bersama seluruh komponen masyarakat dan relawan, untuk terus mengawal politik kebenaran, politik putih adalah kita," ungkap Hasto.

Selanjutnya Hasto mengkampanyekan, jika kontestasi politik H-6 ini seharusnya diisi dengan kebaikan serta adu visi misi untuk kemajuan bangsa dan negara.

"PDI Perjuangan selalu percaya pada nasehat para ulama dan seluruh tokoh agama lainnya yang terus memberikan penguatan landasan moral dalam politik. Bahwa akhirnya pemimpin berkarakter baiklah yang akan memenangkan hati rakyat. PDI Perjuangan juga percaya bahwa suara mayoritas rakyat yang selama ini berdiam diri, terus mencatat dalam hati sanubarinya bahwa Indonesia yang begitu besar memerlukan pemimpin baik yang merakyat serta mampu merangkul semua golongan. Dan pemimpin seperti inilah yang ada dalam diri Pak Jokowi dan Pak KH. Ma'ruf Amin," tutup Hasto.