Catat, Kemkominfo Klaim Indonesia akan Merdeka Sinyal pada 2020

romi
Catat, Kemkominfo Klaim Indonesia akan Merdeka Sinyal pada 2020
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Anang Latif/ ist (ketiga dari kanan)

Jakarta, HanTer - Sinyal terganggu, apalagi sampai susah sinyal tentu membuat aktifitas kita terganggu. Terlebih, di era milenial yang semua serba internet, jelas urusan sinyal menjadi prioritas utama setelah kebutuhan primer. 

Beranjak dari itu, maka lahirnya istilah ‘Merdeka Sinyal’ slogan yang paling dibutuhkan masyarakat Indonesia. Maklum, lalu lintas sinyal di Indonesia sudah sangat bervariatif, mulai dari 2G, 3G dan 4G serta 5G nantinya. 

Hal ini yang disebut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) disebut dengan istilah ‘Tol Langit’.  

“Memang saat ini persoalannya belum 100 persen desa di Indonesia yang mendapat sinyal. Di sinilah istilah Merdeka Sinyal lahir. Komitmen Kominfo, di Indonesia akan Merdeka Sinyal di tahun 2020,” kata Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Anang Latif dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) bertajuk ‘Menuju Indonesia Merdeka Sinyal’ di Ruang Serba Guna, Kemkominfo, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Menurut Anang, di balik konektivitas akan muncul dampak-dampak yang hadir. Diantaranya perekonomian digital yang terus berkembang, tele-education, tele-health, dan lainnya, sehingga mampu mendorong perekonomian di desa-desa.

“Inilah komitmen kami (pemerintah). Sehingga, ke depan bukan lagi 2G tapi langsung 4G yang terkoneksi langsung dengan internet. Sehingga sampai di pedesaan di manapun bisa menjual hasil usaha dan pertaniannya melalui online,” terangnya.

Tentu, ditambahkan Anang, hal tersebut akan memberikan harapan baru bagi siapapun, meski di daerah terpencil sekalipun. “Sehingga, mereka yang di ujung wilayah masih tetap merasakan bagian dari NKRI. Dari sinilah muncul program Palapa Ring,” tambahnya.

Anang menjelaskan, untuk menghasilkan sinyal yang bukan hanya cepat, tapi ‘ngebut’. Selanjutnya, dari ujung Barat hingga ujung Timur Indonesia infrastruktur komunikasi terkoneksi dengan baik.

“Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyelesaikan infrastruktur, dengan tidak lagi berhitung untung rugi. Dan, kenapa haris dibangun dengan serat optik, karena sampai sejauh ini menjadi jaringan yang terbaik untuk 4G. Berikutnya akan muncul 5G,” tuturnya.

Dalam diskusi tersebut, turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9, antara lain, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian Janu Suryanto, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Aba Maulaka, dan General Manager of Marketing PT Pasifik Satelit Nusantara Meidiyanto Andwiputro.