Sumbang Tenaga, Uang, Makanan, Minuman: Rakyat Ikhlas Bantu Menangkan Prabowo Demi Anak Cucu

Safari
Sumbang Tenaga, Uang, Makanan, Minuman: Rakyat Ikhlas Bantu Menangkan Prabowo Demi Anak Cucu
Pedagang menggratiskan dagangannya untuk pendukung Prabowo-Sandiaga (ist)

Jakarta, HanTer - Pedagang cendol di Bandung, montir di Padang dan banyak lainnya dari seluruh wilayah Indonesia dengan ikhlas membantu menangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Mulai dari tenaga, pengadaan sarana peraga kampanye, makanan, minuman, dan uang disumbangkan rakyat untuk mendukung kampanye pasangan calon nomor urut dua itu.

Tentu saja hal ini menjadi fenomena baru di negeri ini. Rakyat  justru secara mandiri membiayai capres-cawapres yang mereka dukung. Padahal lazimnya rakyat selalu meminta imbalan dari capres.

Prabowo-Sandi yang memang cekak uang  dinilai berhasil membangun emosi rakyat untuk bersama-sama berjuang dan  peduli terhadap kemajukan, menyongsong era adil makmur dan perubahan di negeri ini.

Pengamat politik dari Lembaga Kajian dan Analisa Sosial (LeKAS) Karnali Faisal mengatakan, rakyat bergotong royong membiayai tokoh-tokoh yang sedang mencalonkan diri untuk sebuah jabatan sebenarnya merupakan konsep ideal dari demokrasi. Hal ini pula yang dialami paslon nomor urut 02 Prabowo - Sandi yang mendapatkan keikhlasan dari rakyat untuk menang Pilpres 2019. Bukan malah sebaliknya, sang tokoh yang membagi-bagikan amplop kepada rakyat agar dipilih.

"Alhasil, saat terpilih nanti, sang tokoh fokus pada agenda melunasi utang-utang programnya kepada rakyat. Ini berbeda dengan mereka yang sejak awal rajin bagi-bagi duit kepada rakyat. Fokus utama saat terpilih bagaimana mengembalikan uang yang sudah diberikan kepada rakyat," ujar Karnali kepada Harian Terbit, Rabu (10/4/2019). 

Karnali menilai, dengan semakin banyaknya rakyat yang secara sadar menyumbangkan materi untuk perjuangan sosok yang didukungnya tentu bagus untuk kehidupan demokrasi Indonesia ke depan. Ini bisa dilihat dari aksi rakyat pendukung Prabowo yang ikhlas membantu menyumbang untuk memenangkan capres/cawapres yang didukungnya. 

“Rakyat rela mengeluarkan uang yang jumlahnya tidak sedikit untuk Prabowo - Sandi. Jika ini terus berlanjut maka kita optimis ini akan menjadi tradisi yang baik bagi anak cucu kita dalam merawat demokrasi," paparnya.

Karnali mengakui, dalam perhelatan demokrasi saat ini memang tidak semua rakyat menjadi pendukung Prabowo. Tapi cara-cara yang dilakukan pendukung Prabowo itu menarik simpati publik. Ini bisa terlihat dari semakin meningkatnya elektabilitas yang dialami Prabowo - Sandi. 

Hadirkan Perubahan

Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Indonesia Muda Hilman Firmansyah mengatakan, situasi hari ini rakyat merindukan pergantian kepemimpinan yang dapat membawa perubahan bangsa. Paslon yang mampu membawa perubahan Indonesia menjadi lebih baik itu ada pada Prabowo - Sandi. Tidak heran setiap rapat akbar yang menghadirkan Prabowo -Sandi selalu menyedot partisipasi ribuan rakyat.

"Puncaknya kemarin di Gelora Bung Karno jutaan rakyat dari berbagai daerah penuh keikhlasan tanpa dibayar hadir memenuhi kampanye akbar capres Prabowo - Sandi sebagai simbol gerakan perubahan bangsa Indonesia ke depan," tandasnya.

Hilman menilai, rakyat ikhlas memenangkan Prabowo - Sandi di Pilpres 2019 dan karena situasi bangsa ini yang telah berjalan tidak lagi berpihak pada rakyat. Oleh karenanya Prabowo - Sandi pilihan rakyat untuk memimpin bangsa Indonesia ke depan. Oleh karenanya kemenangan Prabowo-Sandi yang terlihat fakta di lapangan saat rapat akbar dan kampanye nasional yang selalu diihadiri oleh lautan rakyat karena keinginan rakyat Indonesia untuk perubahan kepemimpinan.

"Rakyat juga merindukan presiden baru yang membawa perubahan nasib bangsa ke depan," tegasnya.

Rakyat Jenuh

Dihubungi terpisah, Pimpinan Majlis Ta'lim Was Sholawat An Nur, Ustadz Anugrah Sam Sopian mengatakan, gerakan kepedulian rakyat terhadap Prabowo - Sandi karena rakyat sudah merasa jenuh dan muak dengan segala ketidakadilan dan ketimpangan yang terjadi di negeri ini. Hampir di setiap daerah gerakan rakyat iklhas untuk memenangkan Prabowo - Sandi di Pilpres 2019. "Rakyat berlomba-lomba berkampanye dan bahkan menyumbangkan apa yang dimiliki untuk kemenangan pasangan nomor 02," ujarnya.

Sopian menilai, Prabowo - Sandi merupakan harapan rakyak untuk keluar dari keterpurukan dan ketidakadilan. Apalagi Prabowo - Sandi merupakan hasil Ijtima ulama,  yakni hasil musyawarah para ulama mencari putra terbaik Indonesia. Dengan demikian maka umat pasti akan solid dan all out berjuang sekuat tenaga untuk memenangkan pasangan Prabowo - Sandi dengan cara yang terhormat dan bermartabat.

Mantan Ketua BEM Universitas 45 Makassar, Andi Rante (Andra) mengatakan, jika Prabowo - Sandi banyak mendapatkam dukungan atas dasar ke-ikhlasan dari masyarakat Indonesia maka hal tersebut wajar saja.  Karena mungkin petahana dianggap tidak mampu menjawab atas masalah yang terjadi selama ini. 

Menurutnya, Prabowo - Sandi dianggap sebagai antitesa dan memberi solusi dari beragam masalah bangsa yang belum terselesaikan ataupun masalah yang ditimbulkan oleh pemerintahan sekarang.

Negara, ujar Andra, hingga kini belum bisa hadir untuk menyiapkan lapangan pekerjaan bagi warga negaranya sendiri. Selain itu pemerintah juga tidak kreatif dalam meningkatkan pendapatan asli Negara.

Belum lagi soal kesejahteraan petani yang berkaitan dengan kehadiran negara dalam memberikan ketersediaan pasar untuk hasil panen. Terjadinya distrust di masyarakat, dan ini bahaya bagi sebuah bangsa yang majemuk seperti Indonesia. Sehingga kasus tersebut bisa membuat pecah belah bangsa Indonesia nantinya jika tak segera disudahi. Atas dasar itulah mungkin kegundahan itu semua bisa didapatkan solusinya di pasangan Prabowo-Sandi.