Dinilai Syarat Politik, Novel Didesak Keluar Dari KPK

Safari
Dinilai Syarat Politik, Novel Didesak Keluar Dari KPK

Jakarta, HanTer - Ratusan massa tergabung dalam Poros Kerakyatan Seluruh Ihkwan Muslim (PKS-IM) menggelar aksi unjuk rasa menolak keberadaan Novel Baswedan, sebagai penyidik dalam institusi Komisi Pemberanratasan Korupsi (KPK). Pasalnya Novel diduga kuat berafiliasi dengan Partai Gerindra. 

Hal itu disampaikan oleh Sekjen PKS-IM, M. Hazan saat menggelar aksi unjuk rasa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/3/2019) siang. Hazan kembali  menekankan, sikap Novel dengan mengarahkan narasi dua tahun kasus teror juga sangat berbahaya, karena berpotensi menggunakan alat negara untuk tujuan politik.

"Panggung rakyat novel saya kira sangat tinggi kemungkinan ditarik ke politik, apalagi ada isu berafiliasi ke gerindra. Ini panggung politik sehingga dikemas untuk menguntungkan 02 lalu diklaim," tegas Hazan saat berunjuk rasa di depan Gedung KPK hari ini. 

Sementara itu terkait rencana Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK)  panggung rakyat antikorupsi pada 11 April 2019 mendatang juga syarat akan kepentingan politik. Untuk itu pimpinan KPK diminta untuk segera mengambil sikap dan Novel meski keluar dari institusi KPK. 

Narasai narasi yang dibangun Novel saat ini diyakini dapat menjebak dirinya dalam pusaran politik praktis apabila suatu ketika nanti resmi terkonfirmasi sebagai kader parpol. 

Di samping itu, Hazan juga berharap agar Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI), agar ikut mengawasi panggung rakyat antikorupsi pada 11 April 2019 berpotensi disusupi tujuan politik. 

"Musim kampanye ini sangat syarat politis dan kehadiran bawaslu segitu, penting agar sejak awal bisa menanyakan ke panitianya.
Sebagai pengawas pemilu saya kira perlu," tandasnya.

Pada kesempatan ini Poros Kerakyatan Seluruh Ihkwan Muslim (PKS-IM) turut serta meminta membawa sejumlah alat peraga seperti spanduk "Salam Waras Menolak Kedunguan. Momen 2 Tahun Novel Cuman Jadi Alat Kampanye Politik" Kemudian di dalam spanduk tersebut turut serta tertera potret Novel bersalaman dengan Dahnil Simanjuntak yang diketahui sebagai tim sukses paslon 02 Prabowo-Sandi.