Paslon 02 Pro Kaum Muda, Milenial Prabowo-Sandi Inovator Adil  Makmur

Safari
Paslon 02 Pro Kaum Muda, Milenial Prabowo-Sandi Inovator Adil  Makmur
Sandiaga menyebut yang anak-anak muda butuhkan ialah peluang, kesempatan untuk bisa memaksimalkan potensi mereka dan mendapatkan kepastian kerja. Bersama Prabowo-Sandi, kita akan pastikan lapangan kerja yang tersedia ialah untuk putra-putri bangsa, bukan untuk tenaga kerja asing. @sandiuno

Jakarta, HanTer - Survei Pilpres 2019 terbaru menyebutkan, suara emak-emak dan kaum milenial lari ke pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto –Sandiaga Uno. Alasan milenial memilih Prabowo-Sandi, antara lain, disebabkan oleh visi misi pro rakyat, pro kaum muda, mengangkat derajat NKRI, tegas, berwibawadan dianggap mampu membuat Indonesia jaya dan menciptakan peluang kerja. Apalagi bagi paslon ini, milenial menjadi inovator adil dan makmur.
 
Menanggapi hal ini, mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 45 Makassar, Andi Rante, akrab disapa Andra mengatakan, Prabowo- Sandi merupakan sosok yang mengerti akan kebutuhan kaum milenial. Prabowo - Sandi  dianggap sebagai representatif dari kaum milenial.
 
“Pasangan ini bisa menjawab kebutuhan kaum milenial, seperti ketersediaan dan kemudahan lapangan kerja bagi para pemuda,  kemudahan dalam dunia usaha, kemudahan dalam memenuhi penghidupan yang layak di negeri kaya raya ini,” kata Andra kepada Harian Terbit, Selasa (9/4/2019).
 
Selain itu, lanjutnya, mmemberikan kemudahan mengakses informasi, memilih sekolah dan universitas tempat belajar dan menimbah ilmu, pelayanan kesehatan yang tidak ribet, kebebasan dalam ber ekspresi dan lainnya yang tentunya semua itu diharapkan bisa terwujud dari sosok pemimpin yang mengerti dan peka akan kondisi anak anak milenial. 
 
Sebab kaum milenial kecenderungan menginginkan pengurusan yang simple tapi tepat dan pasti tidak ribet dan serba mudah. “Prabowo Sandi merupakan sosok yang mengerti akan kebutuhan kaum milenial,” ujarnya.
 
Sementara itu, Ketua Badan Relawan Nusantara (BRN) Edysa Girsang mengatakan, secara konsepsi adil makmur adalah cita cita bangsa ini yang diamanatkan kepada setiap generasi yang memimpin negeri ini. Saat ini ide itu datang dan membawa harapan segar yang disampaikan Prabowo - Sandi. 
 
Menurutnya, semoga saja yang disampaikan Prabowo - Sandi  bukan menjadi teks yang tak bisa berwujud. Oleh karena itu perlu penguatan besar agar ide mulia itu bisa terwujud. "Perlu konsolidasi kebangsaan itu agar ide Prabowo - Sandi untuk kaum milineal terwujud," tegasnya.
 
Edysa menilai, saat ini ide yang disampaikan Prabowo - Sandi untuk kaum milineal baru sebatas efouria. Tapi momentum tersebut bisa dimanfaatkan oleh Prabowo - Sandi untuk mewujudkan agar kata bukan sekedar kata tapi menjadi nyata. Apalagi pesaing Prabowo - Sandi yakni Jokowi - Maruf masih sangat jauh untuk mewujudkan keinginan kaum milineal karena yang dilakukan Jokowi - Maruf masih seakan-akan saja dan sangat memaksakan.
 
Adil Makmur
 
Dihubungi terpisah, Koordinator Gerakan Rakyat Penyelamat Bangsa (GRPB), M. Yusuf Rangkuti mengakui, Prabowo - Sandi  merupakan paslon presiden yang berani dan berhasil menggagas mimpi atau ide adil makmur dalam pembaruannya yang memberikan manfaat untuk kaum milenial. Oleh karenanya ide Prabowo - Sandi merupakan ide yang bagus dalam keadaan masyarakat sekarang yang serba kesulitan.
 
"Apalagi pesaing Prabowo - Sandi masih menawarkan program lamanya yang masih dalam bentuk kartu. Makanya gagasan yang kita ingin lihat yakni  implementasinya dari capres Prabowo - Sandi," tegasnya.
 
Koordinator Eksekutif JAKI(Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional), Yudi Syamhudi Suyuti mengatakan, saat ini kaum milenal membutuhkan perubahan. Yakni terbukanya lapangan kerja yang besar, kepastian dalam kesempatan berwirausaha sehingga kreativitas kaum milenial mampu diwujudkan untuk memajukan bangsa. 
 
"Selain itu kaum milineal juga ingin hidup diatas hukum yang adil dan keamanan terjamin. Kaum milenial juga ingin rakyat dan negara Indonesia ini benar-benar berdaulat, sehingga mendorong kesetaraan sosial dan bangsa-bangsa di dunia internasional," tegasnya.
 
Yudi memaparkan, untuk mencapai kedaulatan rakyat dan negara maka dibutuhkan sistem pertahanan negara yang berdiri demi kedaulatan tersebut. Bukan untuk kepentingan penguasa atau pihak - pihak tertentu saja. Prabowo-Sandi dalam hal ini merepresentasikan harapan dan hasrat kaum milineal di Indonesia. 
 
Sandiaga
 
Pengamat politik dari Universitas Bunda Mulia (UBM) Silvanus Alvin mengatakan, gaya para kandidat capres dan cawapres sekarang ini memang menyasar kaum milenial. Bahkan beberapa kampanye terakhir Sandiaga, pasangan Prabowo terlihat aktif dalam mengunjungi para milenial. Oleh karenanya Sandiaga menjadi engine booster bagi Prabowo karena dialah representasi dari milenial. Apalagi Sandi muda dan inovatif serta energik.
 
"Negara yang adil dan makmur itu memang hanya bisa dicapai dengan gebrakan-gebrakan inovatif ala anak muda," tegasnya.
 
Bukti inovatif yang disampaikan Sandiaga, sambung Silvanus yakni menyampaikan misalnya,  1 kartu untuk semua. Hal inovatif itu disampaikan Sandiaga dalam debat antar cawapres beberapa waktu lalu. Hanya saja yang dilakukan Sandiaga jangan sampai outshine dari Pabowo. Karena posisinya sebagai cawapres sekarang ini bukan untuk 2019 tapi menatap 2024.
 
"Saya melihat Sandiaga berpolitik bukan untuk 2019 tapi menatap 2024. Jadi sisi milenial itu hanya di Sandiaga," paparnya.
 
Silvanus pun meminta untuk mewujudkan adil dan makmur yang diinginkan kaum milenial maka Prabowo harus terbuka atas saran dan masukan dari Sandiaga. 

Sebelumnya, Direktur Riset Indomatrik, Syahruddin YS, keunggulan pasangan nomor urut 02 ini disebabkan beberapa alasan responden. Alasan tersebut, antara lain karena suka terhadap sosok Sandiaga Uno, dianggap mampu menurunkan harga bahan pokok yang dirasa mahal, mumpuni dalam menurunkan biaya kesehatan dan pendidikan, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan.

Syahruddin YS menagtakan, survei Indomatrik ini dilakukan pada 21 s/d 26 Januari 2019. Survei dilakukan secara proporsional di 34 Provinsi.