Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta Dukung Prabowo - Sandi

Safari
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta Dukung Prabowo - Sandi

Jakarta, HanTer - Ketua LDK Persyerikatan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Mohammad Naufal Dunggio meminta agar warga Persyerikatan Muhammadiyah di DKI dan sekitarnya tidak perlu ragu dan malu - malu lagi dalam menyatakan dukungan pada pasangan presiden nomor urut 02 Prabowo - Sandi. Krena para pimpinan wilayah DKI Jakarta telah memecah kebuntuan keraguan warga Muhammadiyah DKI yang masih di hantui dengan kata netral di Pilpres 2019.


"Para Ayahanda di DKI telah mengajarkan kepada warga Muhammadiyah akhlak dalam berpolitik. Yakni dengan cara menentukan pilihan yang PAS untuk kelangsungan Indonesia buat anak cucu nanti," ujar Mohammad Naufal Dunggio kepada Harian Terbit, Selasa (9/4/2019).

Menurutnya, politik harus memilih dan menentukan. Politik tidak bisa netral karena jika netral maka mengajarkan warganya menjadi manusia plin-plan tanpa pendirian yang akhirnya main belakang membela siapa yang bayar. Saat ini para Ayahanda di DKI lebih menitikberatkan pada action dari pada bicara. Tidak perlu berkoar-koar tapi pergerakannya jelas mengajak warga Muhammadiyah menentukan pilihan pada pasangan Prabowo Sandi.


"Memilih 02 oleh warga Muhammadiyah bukan karena fanatik pada Prabowo Sandi, bukan. Pilihan jatuh ketangan 02 karena manfaatnya untuk bangsa lebih banyak dari mudharatnya. Bila dibandingkan dengan 01 mudharatnya lebih banyak dari manfaatnya," tegasnya.


Coba bayangkan, sambung Dunggio, di kubu 01 bertumpuk dan berkumpul orang-orang yang benci pada Islam. Di 01 ada Ahok, sang penista Al-Quran. Ada partai anti syariat Islam. Ada kaum liberal dan sekuler. Ada komunis bahkan ada anak yang bangga menjadi PKI. Ada pencinta LGBT. Ada pendukung aliran-aliran sesat dan syi'ah. Dan ada berbagai kelompok yang suka nyinyir dan membuly ulama dan agama Islam seperti Abu Janda, Ade Armando, Denny Siregar, dan lainnya 


Nafas utama dalam pergerakan Muhammadiyah adalah amar maruf dan nahi mungkar. Jadi dimana nahi mungkarnya jika berada satu gerbong dengan pembuat dan pencinta kemungkaran. Oleh karena itu Muhammadiyah bakal tidak akan bertahan sampai waktu yang akan lama bila membiarkan politik dalam kenetralan tanpa ada sikap yang jelas. 


"Tuhan saja memberikan pilihan "FA ALHAMAHA FUJUROHA WA TAQWAHA. Coba tunjukkan satu ayat dalam al-Quran yang mengajak kita berdiri NETRAL dalam pergerakan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar ...?," tanyanya.


"Alhamdulillah para Ayahanda di DKI Jakarta telah memainkan peranan politiknya dengan santun untuk mengajak warga Persyerikatan Muhammadiyah memilih pilihan yang jelas sesuai Ijtima ulama. Bukan memilih ulama pilihan penguasa yang phobia pada Islam. Ini merupakan tanggung jawab para pimpinan wilayah Muhammadiyah DKI kepada umatnya. Dan semua resiko sudah dihitung dengan matang. Mana yang terbaik bagi umat dan bangsa. Itu yang dikerjakannya karena semua itu akan diminta pertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT," tambahnya.


"Keoada warga Muhammadiyah di DKI dan dimana saja, MARI bersama para Ayahanda memenangkan Prabowo - Sandi untuk Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024. Prabowo Sandi menang, NKRI bakal berkah dan rahmat Allah akan menimpa rakyat semua dengan penuh rasa keadilan dan merasakan kemakmuran.

Tumbangkan thogut  perusak dan penghianat negeri pada 17 April nanti secara konstitusional agar bangsa ini bisa menjadi negeri baldatun toyyibatun warabbun ghofuur. Gemah Lipa Loh Jinawi. Hanya kepada Allah jualah kita berserah diri," pungkasnya.