Ibu - Ibu Antusias Ikut Padat Karya Bandara Betoambari, Baubau

Safari
Ibu - Ibu Antusias Ikut Padat Karya Bandara Betoambari, Baubau
Ibu-ibu saat mengikuti program padat karya bandara batoambari

Baubau, HanTer - Sedikitnya 145 warga sekitar Bandara Betoambari, Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti program Padat Karya yang digelar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Direktorat Perhubungan Udara. Para pekerja yang mengikuti Program Padat Karya di Bandara Betoambari, Baubau ini bekerja untuk membersihkan ilalang, pengecetan marka, pagar serta talud sisi udara. 

Warga yang mengikuti Program Padat Karya ini unik, karena hampir 70 persennya adalah ibu - ibu. Ibu - ibu tersebut dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama membersihkan ilang atau rumput di sekitar runway, kelompok kedua membersihkan selokan dan kelompok ketiga membersihkan ilang disekitar parameter atau DVOR. Setiap kelompok terdiri dari 30-an ibu - ibu. 

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Betoambari, Baubau Nurul Anwar mengatakan, ibu - ibu yang mengikuti Program Padat Karya Kemenhub terdiri dari tiga kelurahan di kecamatan Batonari. Tiga kelurahan tersebut yakni Katobengke, Lipu dan Sulaa. Para ibu - ibu tersebut bekerja dari pukul 08.00 - 16.00 WITA. Sedangkan waktu istirahat dari pukul 11.00 - 13.00 WITA.

“Di kota ini memiliki keunikan tersendiri, dimana paling banyak pekerja merupakan wanita dan mereka bekerja seperti beban pekerjaan laki-laki,” ujar Nurul Anwar di sela-sela kegiatan Padat Karya di Bandara Betoambari, Baubau, Selasa (9/4/2019).

Nurul menambahkan, pelaksanaan Program Padat Karya di Bandara Betoambari targetkan selama 7 hingga 14 hari disesuaikan area kerja dan kemampuan pendanaan. Bagi para pekerja yang ikut berpartisipasi syaratnya memiliki KTP yang tercatat merupakan warga Baubau. Sehingga bisa meningkatkan ekonomi warga sekitar bandara. 

"Kalau di Baubau, ibu-ibunya pekerja keras. Rata-rata mereka tiap hari ke ladang, mereka kerja di kebun-kebun. Jadi memang lebih banyak ibu-ibu yang yang punya waktu karena bapaknya mungkin sebagian besar sudah ada kegiatan yang lain sehingga pesertanya lebih banyak ibu-ibu," tandasnya. 

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti dalam sambutannya disampaikan Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar, Agus Priyanto menjelaskan, program padat karya ini merupakan solusi dalam memberikan tambahan penghasilan kepada warga desa sekitar sehingga daya beli dan kesejahteraan bisa meningkat.

Program padat karya merupakan arahan Presiden RI Joko Widodo dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja di sekitar pembangunan terutama pada sektor transportasi
Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Hubud juga mendukung pelaksanaan program padat karya di hampir diseluruh bandar udara. 

"Saya harap seluruh subsektor dapat merealisasikan instruksi Presiden sehingga dukungan Kementerian Perhubungan dalam percepatan pengentasan kemiskinan dengan mengoptimalkan pemanfaatan pembangunan infrastruktur transportasi dapat terealisasi," kata Agus dihadapan tamu undangan peserta padat karya yang hadir. 

Agus menambahkan, Kota Baubau merupakan daerah yang memiliki potensi luarbiasa, tidak hanya sebagai penghasil aspal, tetapi potensi wisata yang cukup mempesona mendukung. 

"Di sini sudah memiliki bandara, diharapkan potensi tersebut bisa dimaksimalkan," harapnya. 

Sejumlah warga yang ikut dalam kegiatan padat karya menyambut gembira dengan adanya pekerjaan yang melibatkan warga lokal. Waaini  salah satu warga Kelurahan Lipu mengungkapkan rasa senangnya. 

"Kami sangat terbantu dengan adanya program ini, karena dapat membantu meningkatkan ekonomi kita," ujarnya yang keseharian bekerja di kebun. 

Untuk diketahui, program padat karya yang digelar oleh Ditjen Hubud yang  telah berlangsung dilaksanakan di  Bandara Cakrabhuwana Cirebon, Tunggul Wulung Cilacap, Kufar Pulau Seram, Gusti Syamsir Alam Kotabaru, Gebe Halmahera Tengah, Mopah Merauke.