Polisi Masih Buru Penyebar Hoaks KPU Disetting

Danial
Polisi Masih Buru Penyebar Hoaks KPU Disetting
Karopenmas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo

Jakarta, HanTer - Polisi masih memburu dua orang buronan dan telah mencokok dua pelaku kasus berita bohong atau hoax yang menyebut server Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah disetting untuk memenangkan salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden tertentu.

“Satu DPO yang menyampaikan secara verbal, sudah berhasil diidentifikasi, masih dikejar. Satu DPO lagi ikut dalam rangka membuat narasi-narasi termasuk sebagai buzzer,” kata Karopenmas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Dedi menjelaskan kedua orang ini diduga kuat sosok yang merancang konten video serta peng-upload utama video. Sementara, dua pelaku yang sudah ditangkap diketahui hanya penyebar.

Kedua pelaku dijerat pasal 13 ayat 3 dan pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukum penjara empat tahun.

“Untuk pembuatnya, dan pertama meng-upload masih kita lakukan pendalaman. Mereka ini polanya membuat fake account, kemudian melempar, dan kemudian menghilang. Jejak digital yang pertama kali memviralkan itu akun IG. Sekarang sudah shutdown,” ungkap Dedi.

Dua orang yang diringkus polisi tersebut, berinsial EW dan RD buntut laporan pihak KPU soal berita bohong atau hoaks server yang telah disetting untuk memenangkan salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden.

Kasus ini berawal ketika KPU menyambangi gedung Badan Reserse Kriminal Polri pada 4 April 2019 sekitar pukul 19.30 WIB dimana maksud kedatangan mereka adalah untuk melaporkan tiga akun di media sosial yang menyebarkan video berisikan berita bohong atau hoaks. Video itu menyebut server KPU diatur untuk memenangkan salah satu paslon capres dan cawapres.

"Isi konten video itu, di mana menyebut bahwa server KPU diatur agar memenangkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, tidak benar," ujar Ketua KPU, Arief Budiman.