Prabowo Sapa Media Asing di Kampanye Akbar Dengan Bahasa Inggris, Ini Artinya

sammy
Prabowo Sapa Media Asing di Kampanye Akbar Dengan Bahasa Inggris, Ini Artinya
Prabowo Subianto saat berorasi dalam kampanye akbar di SUGBK

Jakarta, HanTer - Selain dihadiri media local, kampanye akbar calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (7/4), juga dihadiri media asing. Prabowo yang dikenal cukup sensitif dengan media, pada saat kampanye akbar menyapa media asing dan Indonesia dengan cara unik dan berbeda. Awalnya, Prabowo menyapa media dari Indonesia yang sudah menyorot dia sejak subuh.

"Eh kamera TV, jangan ambil gue terus. Ini lho yang dari jauh-jauh," kata Prabowo kepada beberapa media yang sudah menyorot dari kejauhan.

"Jangan-jangan kamera ini ngambilin gue, nunggu Prabowo salah omong, nanti dia pelintir," kata Prabowo. "Gue gak salah omong aja dia pelintir," lanjut Prabowo lagi.

Kemudian, Prabowo menyinggung tentang pemberitaan salah satu media televisi terkait kampanye di Padang. Pemberitaan itu menyebutkan bahwa Prabowo ditinggal oleh pendukungnya di Padang, saat tengah berorasi.

"Aku bicara aja di Padang, Sumatera Barat, ratusan ribu, aku gak bisa keluar dari lapangan. Dibilang, Prabowo ditinggal pendukung-pendukungnya. Lo tau gak TV mana itu?" sindir Prabowo.

Usai menyapa media dari Indonesia, di tengah orasi Prabowo kembali menyapa media. Namun, kali ini media asing yang disapa dengan pengucapan bahasa Inggris yang lancar.

"Ada wartawan asing di situ," ujar Prabowo sambil menunjuk wartawan di sisi kirinya.

"Hello foreign correspondent. Do you listen to what the Indonesian people say? They don't want to be cheated again," ucap Prabowo kepada media asing.

Lalu, Prabowo bertanya kepada pendukungnya apakah tahu arti dari kalimat yang baru saja ia katakan.

"Lo tau gak gue ngomong apa?" tanya Prabowo pada pendukung yang berada di bawah.

"Gue bilang kalau rakyat Indonesia sudah tidak ingin dicurangi lagi," jelas Prabowo.

Bukan Amplop

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, tema kampanye akbar duet Prabowo-Sandi hari ini seolah menunjukkan bentuk dukungan dari masyarakat yang sesungguhnya.

"Jadi ya tema nya bisa kampanye ini jadi 'keamplopan vs keumatan' begitu. Siapa yang lebih cenderung memilih amplop, siapa yang cenderung memilih umat yang suka rela yang seperti hari ini ditampilkan," ujarnya di Jakarta, Minggu (7/4/2019).

Hendri menilai, antusiasme masyarakat yang membludak di kampanye akbar stadion Gelora Bung Karno (GBK) pagi tadi patut diapresiasi. "Sangat diapresiasi, mereka hadir bukan karena amplop, bukan karena nasi bungkus, tapi karena keinginan pribadi," tukas Hendri.

Menurutnya, masyarakat yang rela menyaksikan langsung kampanye akbar kubu 02 itu adalah penikmat demokrasi yang sesungguhnya.

"Sekarang ini kan radikalisme yang sesungguhnya itu kan adalah para pemberi yang menerima amplop, maka dengan tadi tampil tanpa amplop tanpa nasi bungkus merekapun hadir," tandasnya.