Nama OSO Dicoret, Presiden Jokowi Surati KPU

Danial
Nama OSO Dicoret, Presiden Jokowi Surati KPU
Ketum Partai Hanura dan Presiden Jokowi

Jakarta, HanTer - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyurati Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait perkara Oesman Sapta Odang (OSO).

Seperti diketahui nama Ketua Umum Hanura itu dicoret dari daftar calon tetap (DPT) Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2019-2024. KPU beralasan mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 30/2018 yang melarang calon Anggota DPD menjabat di kepengurusan di partai politik (Parpol).

Jokowi melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, menyurati KPU pada tanggal 22 Maret 2019. Isi surat tersebut berisi arahan Jokowi kepada ketua KPU agar mematuhi putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 242/G/SPPU/2018/PTUN-JKT yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Sehubungan dengan hal tersebut, dan berdasarkan arahan Bapak Presiden, maka kami sampaikan surat Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta dimaksud beserta copy Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 242/G/SPPU/2018/PTUN-JKT yang telah berkekuatan hukum tetap kepada Saudara untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar Pratikno dalam keterangan tertulisnya beredar di kalangan wartawan, Minggu (8/4/2019).

Surat itu juga ditembuskan kepada presiden, menteri dalam negeri, ketua PTUN Jakarta serta ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Pratikno membenarkan keberadaan surat itu. Awalnya, pada 4 Maret lalu, ketua PTUN mengirim surat kepada presiden agar memerintahkan KPU melaksanakan putusan pengadilan yang sudah inkrah terkait pencalegan OSO. Surat ketua PTUN ini bukan yang pertama kali dikirim. Landasannya adalah UU No 51/2009 tentang PTUN.

Sebelumnya dikatakan, "Di situ (UU 51/2009) dikatakan bahwa ketua pengadilan harus mengajukan ini kepada presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi untuk meminta pejabat melaksanakan putusan penagdilan. Jadi kami paham bahwa ketua PTUN merujuk kepada UU PTUN," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/4).
 

#OSO   #Jokowi