Diduga Langgar UU Pemilu

Beri Amplop ke Kiai, ACTA Laporkan Luhut ke Bawaslu

Harian Terbit/Safari
Beri Amplop ke Kiai, ACTA Laporkan Luhut ke Bawaslu
Video Viral Luhut Panjaitan Beri Amplop untuk Kyai di Madura

Jakarta, HanTer -- Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan Menteri Koodinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (LBP) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Laporan dilakukan ACTA terkait viralnya video LBP yang memberikan amplop kepada Kyai Zubair Muntasor, pengasuh pondok pesantren di Bangkalan, Madura. Saat penyerahan amplop, LBP juga naik mobil Tim Kampanye Nasional Jokowi Ma’ruf Amin.

Sementara itu Luhut Binsar Panjaitan memberikan klarifikasi terkait amplop ke kiai Bangkalan, Madura. Menurutnya amplop tersebut merupakan bisyaroh atau tanda terimakasih atas tausiah Kiai Haji Zubair Muntasor.

Tanpa Diskriminasi

Laporan ACTA tersebut diterima Bawaslu dengan Nomor LP: 43/LP/PP/RI/00.00/IV/2019 tertanggal 05 April 2019. Anggota ACTA Hanfi Fajri, SH berharap adanya penegakan hukum terkait pelaporan LBP ke Bawaslu. Hukum harus berlaku sama terhadap siapapun yang melanggar hukum tanpa harus ada diskriminasi. Oleh karenanya hukum jangan hanya berlaku untuk masyarakat bawah atau yang bersikap oposisi terhadap pemerintah.

"Kami berharap dengan laporan ACTA ini agar LBP dapat diperiksa dan diberikan sanksi hukum sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Hanfi Fajri, SH di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Hanfi menegaskan, LBP harus dikenakan sanksi pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 547 UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu. "Setiap pejabat negara yang dengan sengaja membuat keputusan dan/atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta Pemilu dalam masa Kampanye, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah).

Hanfi memaparkan, dengan memberi amplop patut diduga LBP meminta dukungan kepada kiyai Zubair Muntasor agar mendukung Paslon Capres-Cawapers No. 01 dan/atau mengarahkan agar berpihak kepada salah satu peserta pemilu, yaitu kepada Paslon Capres-Cawapers No. 01. Apalagi beberapa hari belakangan ini pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres Nomor Urut 01 ramai memviralkan agar ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan berbaju putih.

Dalam pelaporan tersebut ACTA juga membawa bukti yakni video LBP pada saat memberikan amplop yang disertai dengan meminta bantuan dukungan untuk paslon nomor urut 01. Bukti video tersebut dibawa ACTA dalam bentuk flasdisk.

Seperti diketahui beberapa hari ini di media sosial sedang viral tentang video Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang memberikan amplop kepada Kyai Zubair Muntasor, di Bangkalan, Madura. Dalam video juga terlihat Luhut datang dengan mobil Tim Kampanye Nasional Jokowi Ma’ruf Amin.

Dari Video tersebut diketahui pula bahwa Luhut meminta kepada sang kyai untuk memberitahukan kepada Umat dan Santri agar datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dengan memakai “baju putih” pada 17 April mendatang.

Ansor Ingatkan

Gerakan Pemuda Ansor mengingatkan Bawaslu Pemilu untuk berhati-hati ketika menerima laporan terkait dugaan pemberian bantuan kepada seorang kiai di Bangkalan, Madura, sebagai bentuk dukungan politik kepada capres petahana.

"Bawaslu harus meneliti benar dan hati-hati dalam menerima laporan tersebut. Jangan sampai justru menimbulkan fitnah," kata Achmad Budi Prayoga dari Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan Pusat GP Ansor di Jakarta, Jumat, seperti dilansir Antara.