Saksi Sebut Karen Tidak Terlibat Pelepasan Blok BMG

Anugrah
Saksi Sebut Karen Tidak Terlibat Pelepasan Blok BMG
Sejumlah saksi bersaksi dalam sidang mantan Dirut PT Pertamina Karen Galaila Agustiawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (4/4).

Jakarta, HanTer -- Mantan direktur utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Ignatius Tenny Wibowo hadir sebagai saksi di sidang dugaan korupsi dalam proses akuisisi Blok Basker Manta Gummy (BMG) oleh Pertamina. Dalam sidang ini, bekas direktur utama Karen Agustiawan duduk sebagai terdakwa. 

Tenny mengaku usul pelepasan aset (withdrawal) participating interest 10 persen di Blok BMG datang dari PHE. 
"Rekomendasi dari PHE yang melihat dengan kondisi saat itu bahwa sudah tidak berproduksi," kata Tenny di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/4/2019). 

PHE merupakan anak perusahaan Pertamina yang mendapat tugas mengelola participating interest 10 persen Blok BMG. Usulan dari PHE itu kemudian ditindaklanjuti oleh tim gabungan akuisisi Blok BMG dengan melakukan review ulang. Hasilnya, tim gabungan pun memberikan usulan yang senada. 

"Keluar dengan rekomendasi yang sama bahwa dengan melihat kondisi kayak gitu usulan yang terbaik adalah mengurangi PI [Participating Intetest] lewat divestasi atau kalau gagal dengan withdrawal," ujarnya. 

Dalam kesaksiannya, Tenny mengatakan Karen tidak terlibat dalam proses usulan tersebut. Menurutnya, Karen bersama direksi Pertamina hanya menandatangani surat keputusan withdrawal setelah ada rekomendasi tim gabungan. "Ibu [Karen] hanya menandatangani sebagai dirut yang didukung oleh direksi yang lain," tandasnya.