KPU Tegaskan Seluruh Server KPU Ada di Dalam Negeri

Safari
KPU Tegaskan Seluruh Server KPU Ada di Dalam Negeri
KPU

Jakarta, HanTer --Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan seluruh servernya berada di dalam negeri. Oleh karenanya KPU membantah isi video viral yang menuduh server KPU berada di Singapura. Dalam video dinyatakan server tersebut juga diatur untuk memenangkan capres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 sebesar 57 persen. Saat ini video 58 detik tersebut telah viral di group aplikasi percakapan WhatsApp (WA).

"Soal server luar negeri dibobol sebetulnya server KPU seluruhnya ada di dalam negeri, tidak ada yang di luar negeri," ujar komisioner KPU Hasyim Asyari di kantor KPU, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Hasyim mengatakan, server KPU berada di dalam negeri agar dapat dijaga secara bersama - sama. Oleh karenanya video yang beredar berisi informasi server KPU ada di Singapura adalah tidak benar.

"Karena kalau di dalam negeri kan dijaga bersama-sama, intinya tidak ada yang di luar negeri. Sehingga kalau disampaikan ada server KPU di luar negeri yang dibobol itu tidak benar," tegasnya.

"Kemudian disampaikan seolah-olah sistem KPU sudah disetting memenangi calon presiden tertentu, sudah disetting dengan jumlah persentase itu tidak benar," sambungnya.

Hasyim juga menegaskan, pihaknya juga akan melaporkan akun penyebar video tersebut ke Bareskrim Mabes Porli. Laporan dilakukan karena KPU merasa dirugikan atas penyebaran informasi tersebut. Rencana pelaporan juga telah dikoordinasikan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan dilakukan secepatnya agar tidak berlarut - larut.

Hasyim mengatakan, pihak yang akan dilaporkan merupakan akun penyebar video di berbagai media. Baik itu melalui Facebook, Instagram dan Twitter.

Dalam video yang viral tampak seorang lelaki bicara di sebuah pertemuan. Lelaki tersebut bicara banyak hal, salah satunya soal KPU. Tidak diketahui siapa pria di video tersebut dan pertemuan apa yang sedang berlangsung. Tidak ada pula keterangan soal kapan video itu diambil. "Di KPU, saya bulan Januari ke Singapore karena ada kebocoran data. Ini tak buka saja. 01 sudah membuat angka 57%," kata pria tersebut.