Pasien ODGJ yang Stabil Boleh Ikut Mencoblos

zamzam
 Pasien ODGJ yang Stabil Boleh Ikut Mencoblos

Jakarta, HanTer - Manajemen Rumah Sakit Doctor Haji Marzoeki Mahdi Bogor akan memberikan rekomendasi bagj pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kondisinya stabil untuk mencoblos atau menggunakan hak pilihnya pada pemilu 17 April 2019.

Kepala Sub Bagian Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat RSMM Prahardian Priatma di Bogor, Kamis (4/4/2019), menjelaskan dokter kesehatan jiwa di RS Marzoeki Mahdi akan mengecek kondisi pasien dan memberikan penilaian apakah pasien tersebut mampu melaksanakan pemilihan.

“Pertama dicek kelengkapan administrasinya, kemudian dokter akan memberikan rekomendasi apakah pasien memungkinkan mengikuti pemilihan,” kata Prahardian.

Dia menjelaskan RS Marzoeki Mahdi sudah menjalin komunikasi dengan KPUD setempat dalam pelaksanaan pemilu 2019 yang akan diselenggarakan di rumah sakit tersebut.

Saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data pasien untuk didaftarkan sebagai pemilih ke KPUD.

Namun Prahardian menjelaskan data pasien dapat sewaktu-waktu berubah karena keluar masuknya pasien gangguan jiwa.

Direktur Utama RSMM Bambang Eko Sunaryanto menerangkan bahwa anggota Panitia Pemungutan Suara akan datang sebelum hari H, yaitu pada 16 April, untuk membuat tempat pemungutan suara yang dibantu staf rumah sakit di Instalasi Rehabilitasi Psikososial untuk pemungutan suara bagi ODGJ.

Bambang menyebutkan RS Marzoeki Mahdi sudah berkoordinasi dengan PPS Kecamatan Bogor Barat. PPS akan datang pada tanggal 17 April untuk distribusi dan mengawasi pemungutan suara.

Prahardian mengemukakan jumlah pasien gangguan jiwa di RSMM diperkirakan sekitar 300 orang lebih. Kapasitas tempat tidur rumah sakit sendiri sebanyak 370 unit dan hampir selalu terisi pasien.

Pada penyelenggaraan pemilu tahun 2014 di RS Marzoeki Mahdi disebutkan sebagian pasien tidak bisa memilih karena terkendala persyaratan administrasi.