Bawaslu Diminta Investigasi Soal Amplop Menko Luhut

Sammy
Bawaslu Diminta Investigasi Soal Amplop Menko Luhut
Luhut Panjaitan yang memberikan amplop putih pada Kyai Zubair Muntasor di Madura (kanan).

Jakarta, HanTer - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan Luhut merogoh kantongnya untuk mengambil amplop dan menyerahkannya kepada kiai di Madura. Hal tersebut kerap menuai reaksi di berbagai kalangan.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo-Sandiaga, Siane Indriani, heran dengan sikap Luhut tersebut. Bahkan, ia mempertanyakan tupoksi dari Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

"Siapakah LBP sebenarnya? Coba lihat apakah ini termasuk tugas Menko?," kata Siane di Jakarta, Rabu (3/4/2019).

Hal Lumrah

Sekretaris PW GP Ansor DKI Jakarta Dendy Zuhairi Finsa meminta masyarakat dan warganet berpikir objektif tentang tradisi pemberian "bisyaroh" berupa uang, hasil bumi, atau apa pun kepada kiai.

"Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh," ujar Dendy di Jakarta, Selasa.

Dendy mengemukakan hal itu menanggapi video Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberikan amplop kepada Kiai Zubair Muntasir, Bangkalan, Madura, saat berkunjung beberapa waktu lalu.

Menurut Dendy, tindakan Luhut itu sebagai bentuk penghormatan kepada kiai. Kiai Zubair adalah sesepuh Bangkalan. Pengasuh Pesantren Nurul Cholil, Demangan itu merupakan cicit dari ulama besar Syaikhona Cholil.

"Beliau biasa menerima kunjungan siapa pun. Pejabat negara, politisi, sampai rakyat jelata biasa sowan kepada beliau. Jadi, kunjungan Pak Luhut ke sana tak usah digoreng untuk menghina kiai," tandasnya.

Untuk diketahui, baru-baru ini beredar sebuah video yang memperlihatkan sosok pria mirip Luhut tengah menemui seorang kiai sembari menyodorkan sebuah amplop.

Adalah Politisi Partai Demokrat, Andi Arief yang mengunggah video berdurasi 1 menit 24 detik di akun Twitter pribadinya. Dalam video tersebut, Luhut menyampaikan pernyataan kepada sang kiai sambil berbisik.

Bawaslu

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menginvestigasi dugaan Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan melanggar aturan karena memberikan amplop kepada seorang kiai di Madura disertai bujukan agar mengajak warga datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 17 April mendatang dan mencobols gambar calon yang berbaju putih.

Fahri menduga ada aroma politik uang dan kampanye terselubung dalam pemberian amplop itu. "Investigasi menyeluruh dan periksa kemungkinan banyaknya pejabat pusat yang atas nama kunjungan kerja berkeliling dan menggunakan fasilitas negara untuk melakukan kampanye terselubung dan politik uang," kata Fahri di Jakarta, Rabu (3/4/2019).

Oleh karena itu, Fahri mendorong Bawaslu memeriksa kemungkinan kunjungan semua pejabat pusat ke daerah hanya sebagai kedok untuk berkampanye. Alasannya, kubu petahana mulai panik sehingga menggunakan berbagai cara untuk menang.

"Ini bahaya menjelang putaran akhir, sebab bisa mengindikasikan kekalapan petahana," kata mantan wakil sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Viral di Medsos

Video Luhut beri angpao ke ulama ditanggapi oleh mantan Kepala Staf Umum TNI, Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo.

"Ueddhhaaaannn. Semakin terang benderang Prabowo Sandi hanya bisa dikalahkan dengan kecurangan," cuit JS Prabowo meretweet postingan @sofia_ardani, Selasa (2/4/2019).

“Hentikan kecurangan ini dengan coblos Prabowo-Sandi,” tandas JS Prabowo.