Jaringan Satu Matahari Ajak Kampanye dan Pemilu Damai

Danial
Jaringan Satu Matahari Ajak Kampanye dan Pemilu Damai
Noor Fajar Asa, (pakai peci), ketua pelaksana acara Deklarasi Jaringan Satu Matahari untuk Dukungan kepada  Joko widodo dan KH Ma’ruf Amin

Jakarta, HanTer - Satu silaturrahim dalam perbedaan, Jaringan Satu Matahari tetap mengajak menjaga silaturrahim antar anak bangsa walaupun berbeda dalam pilihan politik.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Noor Fajar Asa yang kebetulan juga sebagai ketua pelaksana acara Deklarasi Jaringan Satu Matahari untuk Dukungan kepada  Joko widodo dan KH Ma’ruf Amin saat wawancara di Kantor Hukum IBEN Jln. Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Dijelaskannya deklarasi tersebut telah berlangsung pada sabtu 30 Maret lalu di Balai Kartini Jakarta Selatan.

"Jaringan Satu Matahari adalah sebuah jaringan kumpulan komunitas komunitas generasi milenial anak muda Muhammadiyah di DKI Jakarta," ujar Noor kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Lanjut Noor, plihan politik itu pasti berbeda satu dengan yang lainnya, dimana ketika ada perbedaan yang berbeda maka kedua kubu yang berbeda janganlah di pahami selalu harus berhadap-hadapan tapi seharusnya adalah ber iringan bergandeng tangan.

"Karena perbedaan pilihan politik itu adalah sebuah hal yang manusiawi serta hak pilih warga negara sebagai ranah privat tidak bisa di intervensi oleh pihak manapun
Maka kami, ingin dan akan selalu mengajak warga bangsa untuk cerdas dalam berpolitik, hal ini harus di fahami bahwa ketika ada perbedaan pilihan dalam mekanisme politik yang demokratis ini. Jangan sampai mencederai hubungan silaturahim antar keluarga, tetangga sampai hubungan baik antar sesama anak bangsa," paparnya.

Tak hanya itu, tak bosan bosan pihaknya mengajak kepada seluruh komponen anak bangsa, agar dalam menjalankan proses demokrasi ini tetap berpegang akhlakul karimah, tentu berpolitik bagi umat Islam khususnya, itu sebagai bagian dari Muammalat duniawiyah yang tidak boleh dicederai oleh akhlak-akhlak yang tercela dengan menggunakan segala macam cara.

Noor Fajar Asa SH MH yang juga anggota Federasi Advokat Republik Indonesia (FERARI), ikut menyampaikan, bahwa Indonesia adalah negara yang demokratis namun menjunjung tinggi semangat Pancasila yang tidak dimiliki negara lain. 

"Dalam demokrasi Pancasila, memberi kebebasan setiap individu warga negara untuk berekspresi dan menyampaikan pendapat, namun harus tetap dilakukan secara santun dan tidak melanggar hak orang lain," ulasnya.

Selain itu setiap pasangan calon, tim sukses ataupun partai politik, mempunyai hak menyampaikan pendapat dan gagasan. Namun sekali lagi, sepanjang masih menjadi warga negara Indonesia, penyampaian pendapat dan gagasan tidak boleh melanggar hak orang lain masyarakat tentu merasa sangat bangga dan beruntung bisa hidup dan tinggal di Indonesia, salah satu negara dengan tingkat demokrasi terbesar di dunia. 

Bangga dengan kekayaan alamnya, bangga dengan beragam suku, ras, dan bahasa, serta bangga dengan berlimpahnya warisan budaya. Bahkan sejak lahir semua manusia dan masyarakat Indonesia sudah beda, maka kenapa harus menyalahkan pilihan politik orang lain yang berbeda.

"Apa semua orang harus sepakat dengan pilihan politik kita? Setiap warga negara Indonesia, itu memiliki hak untuk berpendapat, bersuara, mengkritisi kinerja pemerintah," tambahnya.

Namun diingatkan untuk tidak kebablasan. "Asal tahu batasan-batasannya. Yang perlu diingat adalah di atas hak kalian, ada hak-hak orang lain juga yang harus dihormati. Dari pada menghabiskan energi berkoar-koar kanan kiri, nyinyir, teriak-teriak, debat, dan saling menghujat terkait pilihan politik, Mari Kita sebagai sesama warga yang beragama, mari kita mendoakan untuk kedua capres cawapres. Memohon agar Insya Alloh kedua Pasangan Capres cawapres selalu diberikan kesehatan, dan kemudahan serta bisa menjalani proses Pilpres 2019 nanti dengan baik," pungkas Noor.