Sofyan Jacob: Pilpres 2019, Pak Polisi Jangan Ikut Kompetisi

Sammy
Sofyan Jacob: Pilpres 2019, Pak Polisi Jangan Ikut Kompetisi
Komjen Pol (Purn) Sofyan Jacob

Jakarta, HanTer - Netralitas Polri dalam pengamanan pilpres 17 april mendatang kerap dipertanyakan. Mantan petinggi Polri, Komjen Pol (Purn) Sofyan Jacob, menegaskan, jika ada prajurit polisi aktif yang tidak netral dalam pemilu ini, berarti prajurit-prajurit tersebut telah mengkhianati demokrasi yang telah berdiri di Republik Indonesia.

Ia juga meminta kepada seluruh rakyat Indonesia jika menemukan adanya pelanggaran kode etik anggota Polri aktif yang memaksa untuk memilih salah satu pasangan capres dan cawapres untuk segera dilaporkan ke divisi propam. Sehingga, anggota Polri aktif tersebut dapat dikenakan saksi hukum.

"Perhatikan kalau ada anggota polisi yang tidak netral adalah penghianat demokrasi, saudara tidak perlu takut, jangan khawatir, jangan ragu ragu kalau ada yang tidak netral mohon sampaikan," tegasnya saat kampanye Akbar Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno yang digelar di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur.

Sofyan mengungkapkan, ia mendengar saat ini memang beredar informasi bahwa ada sebagian anggota Polri aktif yang tidak netral bahkan mengarahkan untuk memilih salah satu Capres tertentu. Ia kembali menegaskan kepada para juniornya yang masih aktif menjadi anggota Polri untuk menjaga netralitas demi tegasnya sistem demokrasi di Indonesia.

"Saya pantau memang berbedar itu, dan mereka yang tidak netral akan diperiksa oleh propam. Pak polisi jangan ikut kompetisi. Saya ini mantan polisi, purnawirawan polisi, saya boleh memihak, yang tidak boleh itu adalah polisi aktif," tegasnya.

Pedoman

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhendra Ratu Prawiranegara, mengatakan semestinya Polri bisa menjaga profesionalismenya dalam Pilpres 2019 ini.

Jika pun ada oknum yang tak netral dia berharap mereka bisa kembali sadar dan dapat kembali pada pedoman Tiga Azas Kewajiban atau Tri Brata dan Catur Prasetya sebagai insan bhayangkara sejati.

"Jadi sebaiknya, dari level Kapolri sampai level bhayangkara yang paling bawah menjaga marwah dan memedomani Tri Brata ini," kata Suhendra di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Jika para aparat ini bisa berpegang teguh pada konsep Tri Brata maka kata dia, profesionalisme dan marwah kepolisian pun bisa tetap baik di mata masyarakat. "Masyarakat akan percaya pada aparat Polri," katanya.