Jika Capres 02 Menang Pilpres 2019

Kandidat Menteri Hanya Dibicarakan SBY-Prabowo

Harian Terbit/Danial
Kandidat Menteri Hanya Dibicarakan SBY-Prabowo
SBY dan Prabowo Subianto

Jakarta, HanTer -- Berapa jumlah menteri untuk Partai Demokrat jika capres nomor urut 02 terpilih jadi presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019, ternyata sudah ada pembicaraan antara Prabowo dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Pembicaraan kandidat menteri hanya dibicarakan antara Prabowo dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebelum pendaftaran Pilpres 2019, ada kesepakatan antara Prabowo dan SBY, itu domain mereka berdua," kata Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dalam acara Sarasehan Akal Sehat, di GOR Bulungan, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Ferdinand menjelaskan jumlah menteri untuk Partai Demokrat sudah ada pembicaraan antara SBY dan Prabowo sehingga tidak ada yang tahu termasuk Hashim Djojohadikusumo.

Dia mengatakan pernyataan Hashim yang menyebutkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menjadi menteri karena pertanyaan media apakah Komandan Kogasma itu berpotensi menjadi menteri pertahanan.

"Jadi apa yang disampaikan Hashim kita anggap sebagai bunga demokrasi saja, yang jelas Prabowo dan SBY sudah punya komitmen tersendiri terkait dengan kuota menteri apabila Prabowo nanti menang," ujarnya.

Ferdinand mengatakan yang tahu daftar menteri untuk Demokrat hanya SBY dan Prabowo sehingga para kader partai itu tidak tahu-menahu.

Sebelumnya, Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa sudah ada pembicaraan antara Prabowo dengan partai politik pendukung Prabowo-Sandi terkait jabatan menteri.

Dalam perbincangan itu, menurut dia, ada dua partai yang sudah pasti mendapat jatah yaitu PAN sebanyak tujuh menteri dan PKS sebanyak enam kursi menteri.

Sementara itu, terkait posisi AHY, masih definitif karena salah satu yang dipertimbangkan.

Belum Penting

Terpisah, Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan bahwa pembahasan mengenai pembagian jatah menteri jika pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memenangi Pilpres 2019, belum penting untuk dilakukan saat ini.

"Kami bukannya tidak melihat itu sebagai sesuatu yang penting, tapi hari ini urgensinya belum di sana karena kalau kita berbicara tentang jabatan menteri, berapa porsinya, di pos apa saja, maka ini khawatirnya justru akan melukai perasaan rakyat," kata AHY di sela melakukan kunjungan ke Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin malam seperti dilansir Antara.

AHY menegaskan bahwa Partai Demokrat saat ini fokus dalam menghadapi Pemilu 2019, baik pemilihan presiden maupun pemilihan anggota legislatif di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota.