Ketua HMI Sumut: Haus Kekuasaan, Alumni Jual Nama HMI untuk Kepentingan Jokowi

Anugrah
Ketua HMI Sumut: Haus Kekuasaan, Alumni Jual Nama HMI untuk Kepentingan Jokowi
Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara Muhammad Alwi Hasbi Silalahi

Jakarta, HanTer -- Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara Muhammad Alwi Hasbi Silalahi meminta beberapa alumni HMI tidak membawa nama HMI dalam politik praktis dan kepentingan kelompok Pilpres 2019. Pasalnya, aksi itu akan berakibat fatal pada kader-kader HMI yang masih aktif dalam struktur kepengurusan.

"Mereka (alumni) jika ingin berpolitik praktis silakan dan kita tidak ada hak untuk melarang itu, namun jika nama HMI dibawa-bawa dalam politik praktis, itu yang kita sesalkan,"ujar Hasbi saat ditanya tanggapannya terkait adanya Undangan Deklarasi Dukungan Pro Jokowi-Amin dari Pengurus Nasional Eksponen Alumni HMI (01/04/2091).

Hasbi menambahkan, jika para alumni ingin berpolitik praktis sebaiknya bergabung dan menjadi kader partai politik supaya tersalurkan semua kepentingannya dan bukan dengan cara membuat organisasi taktis yang mengatasnamakan HMI. 

"Mereka abang-abang kita yang terhormat itu lebih baik bergabung saja dan masuk kedalam partai politik, jangan buat organisasi taktis yang mengatasnamakan HMI, kan kasihan adik-adik yang masih aktif sebagai kader, kader yang masih aktif terbawa-bawa dan ini berakibat fatal pada HMI sendiri, saya harap abang-abang kami mengerti akan hal ini," pintanya.

Ia menyoroti kasus alumni HMI yang membentuk organisasi dengan membawa-bawa nama HMI. Sebab sepengetahuannya tidak ada alumni organisasi Cipayung lain yang membentuk organisasi yang mengatasnamakan eksponen alumni organisasi tersebut. 

"Saya merasa aneh mengapa bisa seperti ini, coba kita lihat alumni organisasi Cipayung lain, seperti GMKI, GMNI, PMII dan PMKRI, para alumninya tidak pernah saya lihat membentuk organisasi yang membawa-bawa organisasinya, tapi mengapa hal itu malah berbeda jauh dengan para oknum alumni HMI," tegasnya. 

Hasbi juga berharap kepada Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden baik nomor urut 01 maupun nomor urut 02 untuk tidak ikut melakukan perusakan kaderisasi dan nilai-nilai independen pada HMI dengan cara memobilisasi para oknum alumni yang mengatasnamakan dan atau menggunakan kata HMI pada organisasi tanpa bentuk untuk kendaraan politik mereka.

"Kepada para alumni baik yang berada dikubu 01 maupun yang ada dikubu 02 untuk punya rasa malu serta harus tahu diri dalam menjaga marwah organisasi HMI yang kita cintai ini, karena kami kader HMI yang masih aktif menjadi terkendala dalam melakukan aktivitas HMI, seperti merekrut kader dikampus-kampus, saya berharap para senior-senior kami untuk tidak menodai nilai-nilai independensi HMI demi untuk kepentingan pribadi para oknum alumni HMI yang haus kekuasaan dalam politik saat ini," tegasnya. 

Terakhir, Alumni Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-Su) ini meminta kepada kubu 01 dan kubu 02 untuk tidak menerima orang yang mengatasnamakan diri sebagai alumni HMI dan atau membuat organisasi yang mengatasnamakan HMI sebagai tim pemenangan serta meminta kepada Alumni HMI untuk tidak menggunakan nama HMI untuk organisasi yang dibentuk. Karena menurut dia, itu sangat berakibat fatal pada kader HMI, baik kader yang masih aktif pada struktural kepengurusan maupun kader yang tidak aktif pada kepengurusan HMI. 

"Saya minta kepada kubu pasangan 01 dan kubu 02 untuk sadar dan mengerti tentang nilai-nilai independensi yang ada pada HMI. Mohon untuk tidak melibatkan mereka yang mengatasnamakan alumni HMI dan atau mengatasnamakan organisasi Eksponen Alumni HMI, terkhusus untuk mantan-mantan Ketua Umum PB HMI. Para politisi harus tahu bagaimana cara menjaga dan merawat organisasi yang kita cinta ini. Jangan menggunakan kata HMI untuk organisasi yang kalian bentuk, sebab HMI ini bukan milik alumni HMI namun milik ummat dan kader HMI,  jangan kalian jual HMI hanya karena untuk kepentingan pribadi," tandasnya.
 

#HMI   #Jokowi