TAJUK: Komitmen Capres Menjaga Persatuan dan Persahabatan

***
TAJUK: Komitmen Capres Menjaga Persatuan dan Persahabatan

Ada catatan penting yang perlu kita ingat dan pegang teguh dari acara debat capres, Sabtu (30/3) malam di Jakarta. Yakni, komitmen yang ditunjukkan dua calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk menjaga silaturahmi. Keduanya komitmen meski ada perbedaan namun Jokowi dan Prabowo sepakat tak memutuskan rantai persahabatan.

Secara kebangsaan, komitmen keduanya bisa diartikan keinginan kuat menjaga persatuan dan kebersamaan. Inilah modal penting bagi seluruh anak bangsa untuk selalu menjaga kesatuan dan persatuan, dan menghindari perpecahan. 


Komitmen Jokowi dan Prabowo itu tentu menjadi spirit dan patut dicontoh oleh seluruh anak bangsa. Kebersamaan, persaudaraan serta saling menghormati harus selalu menjadi komitmen besar para figur publik.

Apapaun yang terjadi, kita harus tetap bersatu. Perbedaan apapun yang ada, kita harus bersama dan terus melakukan silaturahmi tanpa dibatasi oleh agama, suku, adat istiadat dan lainnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengajak masyarakat segera merajut persatuan dan kesatuan, terutama pasca-Pemilu 2019, seiring ada gejala keretakan karena memiliki perbedaan pilihan.

Dia mengatakan di masa sebelum pencoblosan terlihat banyak perselisihan menyangkut pilihan politik. Hal itu wajar terjadi dalam demokrasi asalkan dikelola dengan baik.

Kerekatan bangsa Indonesia, kata dia, begitu kuat sejak masa lalu. Hal itu seharusnya menjadi modal agar masyarakat dapat semakin dewasa dalam mengelola perbedaan itu agar tidak berlarut-larut.


Berbagai kalangan menyatakan, Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bukan ajang perang, tapi momentum menentukan arah pembangunan Indonesia ke depan. Momentum untuk mendapatkan pemimpin Indonesia yang amanah dan bela rakyat.

Seluruh anak bangsa tentu bersepakat pemilu harus berjalan damai, jujur dan adil. Juga harus menggembirakan.  Menggembirakan bagi rakyat karena menyambut hadirnya presiden dan wakil presiden yang amanah, mampu meningkat ekonomi rakyat, memberantas kemiskinan, pengangguran, dan menjamin harga kebutuhan pokok yang terjangkau oleh rakyat kebanyakan.

Kita menghimbau dan mengingatkan semua elemen masyarakat agar tidak menghiraukan pernyataan maupun manuver kelompok-kelompok tertentu yang ingin membangun persepsi kegentingan atau ketegangan menjelang Pemilu 2019.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengemukakan, Pemilu 2019 bukan persoalan hidup mati, sehingga tidak selayaknya dipersepsikan sebagai perang dan dirinya prihatin karena upaya menciptakan ketegangan jelang Pemilu terus dilakukan pihak-pihak tertentu termasuk gerakan pembusukan terhadap KPU. 

Semua elemen bangsa harus menjaga agar situasi di negeri ini kondusif. Jangan selalu berbicara permusuhan. Masyarakat memposisikan Pemilu 2019 sebagai pesta demokrasi sehingga harus dinikmati dengan suka cita dengan menghindari gesekan yang bisa menimbulkan perpecahan.

Harapan kita pesta demokrasi jangan dijadikan ajang yang berdarah-darah, yang menang jangan sombong yang kalah jangan bermusuhan.
Perbedaan pendapat dan pilihan boleh-boleh saja, tetapi persatuan bangsa dan kebersamaan harus lebih diutamakan. 

Sekali lagi kita menegaskan, jangan hanya gara-gara Pilpres saling bermusuhan. Menjaga persaudaraan dan persatuan lebih penting dari sekedar Pilpres. Tak ada untungnya berkonflik.