Misteri Cap Jempol di Amplop Serangan Fajar Bowo?

An
Misteri Cap Jempol di Amplop Serangan Fajar Bowo?
Tersangka suap anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso. KPK Bantah Ada Cap Jempol di Amplop Serangan Fajar Bowo Sidik

Jakarta, HanTer -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim tak terdapat sebuah cap bergambar jempol dalam amplop yang disiapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso untuk Pemilu 2019.

"Apakah ada cap jempol segala macam ini kami pastikan tidak," kata Basaria di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/3) malam.

Bowo diduga menyiapkan 400 ribu amplop berisi pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu dengan total Rp8 miliar untuk dibagikan kepada masyarakat saat hari pemilihan alias serangan fajar pada 17 April mendatang.

Basaria mengatakan dari hasil pemeriksaan tim penyidik, uang Rp8 miliar tersebut disiapkan Bowo hanya untuk kepentingan dirinya yang maju sebagai calon legislatif untuk DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah II.

"Untuk sementara dari hasil pemeriksaan tim kami, beliau mengatakan dalam rangka pengumpulan logistik pencalonan dia sendiri sebagai anggota DPR," ujarnya.

Basaria menyebut dari hasil pemeriksaan diketahui uang yang disita dari kantor PT Inersia, perusahaan milik Bowo, bukan untuk kepentingan Pilpres 2019.

"Sama sekali tidak [untuk Pilpres 2019]. Ini hasil pemeriksaan adalah untuk kepentingan dia mencalonkan diri kembali," katanya.

Bowo merupakan kader Partai Golkar. Dalam Pilpres 2019, Golkar mengusung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 'Jempol' sendiri adalah simbol yang digunakan pasangan Jokowi-Ma'ruf untuk mengidentifikasi nomor urut peserta dalam pesta demokrasi lima tahunan kali ini.