Jelang Pemilu Serentak 17 April; PP KMHDI Tuntut KPU Tidak Berpihak

safari
Jelang Pemilu Serentak 17 April;  PP KMHDI Tuntut KPU Tidak Berpihak

Jakarta, HanTer  - Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) menggelar aksi  damai yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. 

Aksi Damai Serentak yang bertema Demokrasi Pancasila untuk Pemilu Demokratis digelar di 20 provinsi dan 51 titik aksi di Indonesia. 

Koordinator Lapangan Nasional (Korlapnas), I Gede Hendra Juliana mengatakan, diturunkannya mahasiswa Hindu se Indonesia dalam Aksi Damai didasari atas kekhawatirannya terhadap kondisi politik Indonesia menjelang Pemilu Serentak 19 April 2019 mendatang. 

"Kita sudah terlalu muak menyimak praktik - praktik politik yang kotor penuh Hoax dan fitnah ini. Hadirnya KMHDI ke jalan hari ini ingin selain sebagai kritik KMHDI terhadap perserta Pemilu juga sebagai penyadar masyarakat untuk tetap jeli dan menjaga persatuan ditengah kampanye yang kian memanas," ungkap Hendra di Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Hendra mengungkap, usai Aksi Damai yang dilaksanakan di DKI Jakarta, Pimpinan Pusat KMHDI langsung mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat di Jln. Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat. 

"Kita serahkan secara tertulis sikap dan tutuntan KMHDI kepada KPU selaku penyelenggara Pemilu di Indonesia, dengan harapan dapat diwujudkannya nilai-nilai Demokrasi Pancasila untuk Pemilu Indonesia yang Demokratis," paparnya.

Viriyan Azis, Komisioner KPU bidang Hubungan Masyarakat, Data Informasi dan Hubungan antar Lembaga merespon baik gerakan substantif yang dilakukan KMHDI untuk Pemilu. Viryan menilai, Aksi Serentak tersebut dinilainya sebagai upaya mencerdaskan publik guna meningkatkan partipisasi dalam Pemilu nantinya.

"Apa yang digerakkan KMHDI kita apresiasi dan tuntutan yang disampaikan kita terima dengan baik. Langkah KMHDI ini sangat subtantif untuk menarik partisipasi publik khususnya generasi millennial dan pemilih pemula dalam Pemilu nanti" ungkap Viryan dalam Jumpa Pers yang dilaksanakan di Kantor KPU Pusat.

Ketua Presidium I Kadek Andre Nuaba juga menyampaikan harapannya agar KPU menjaga secara konsisten independensi dan lebih fokus melakukan kampanye khususnya non-konvensional. "78% millennial masih apatis terhadap politik dan 2,07% rakyat masih buta aksara. Inilah yang menjadi PR KPU di sisa waktu yang masih ada ini," tutupnya.