TKN : Sosok Kyai Maruf Lebih Visioner Dibandingkan Sandiaga

danial
 TKN : Sosok Kyai Maruf Lebih Visioner Dibandingkan Sandiaga

Jakarta, HanTer - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin Hasto Kristiyanto, memuji KH. Ma'ruf Amin yang memberikan penjelasan detail terkait permasalahan ketenagakerjaan dalam debat Cawapres pada Minggu (17/3/2019) malam kemarin.

"Pemahaman Pak Kyai terhadap pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja yang dimulai dari pendidikan, pelatihan, kerjasama dan kolaborasi, sangat diluar dugaan," ujar Hasto dalam keterangan resminya, Senin (18/3/2019)

Hasto menilai, penjabaran KH. Ma'ruf Amin dalam meluruskan permasalahan terkait pengiriman tenaga kerja ke luar negeri dengan paradigma baru, sangat menyentuh hati para pekerja Indonesia. 

Sebab menurut Hasto, Pak Ma'ruf Amin dengan nuraninya yang jujur, telah berbicara untuk kebaikan seluruh umat serta memahami dasar-dasar sikap kemanusiaan.

"Dengan tampilan debat tersebut,  rakyat melihat bahwa boleh jadi Sandiaga Uno lebih muda namun KH. Ma'ruf Amin jauh lebih visioner. Programnya kongkret dan menjawab kebutuhan," ungkap Hasto.

"Menjadi pemimpin nasional memerlukan kematangan lahir batin serta kedewasaan alam pikir yang digerakkan oleh suara hati pemimpin. Kearifan Pak Ma'ruf menjadi daya unggul yang menyebabkan apa yang disampaikan penuh dengan kejujuran dan sebagai saripati suara umat.” tambah Hasto.

Dalam pemahamannya terhadap kebudayaan, pentingnya opera house serta pemahaman budaya digital, Hasto menilai, sosok Kyai Ma'ruf juga telah mampu melampaui ekspektasi banyak orang.

"Dalam diri Kyai Ma'ruf, nilai-nilai Islami menjadi bingkai kemajuan dan bahasa yang disampaikan pun akrab bagi kalangan anak muda," puji Hasto.

Lebih lanjut Hasto menambahkan, masyarakat Indonesia akhirnya bisa menilai penampilan Kyai Ma'ruf dalam debat semalam. Sosok Cawapres pendamping Jokowi ini telah menunjukkan kapabilitasnya sebagai tokoh yang berpengalaman dan penuh dengan kebijaksanaan.

"Sandi tampil dalam kemudaan secara fisik, namun gagal mengelaborasi visi misi. Sementara Kyai Ma'ruf lebih visioner, berpengalaman serta bijaksana dalam penampilannya," tutup Hasto.