Banjir Papua 73 Tewas dan 60 Masih Hilang

Safari
Banjir Papua 73 Tewas dan 60 Masih Hilang
Banjir Bandang di Jayapura

Jakarta, HanTer-- Banjir bandang dan tanah longsor menerjang kawasan Jayapura, Papua, Sabtu (16/03). Setidaknya 73 orang meninggal dunia. Sebanyak 66 meninggal akibat banjir di Kabupaten Jayapura dan tujuh orang di Kotamadya Jayapura akibat tanah longsor.

Dilaporkan, jumlah warga yang mengungsi mencapai setidaknya 4.000 orang lebih. Sekitar 60 orang masih dilaporkan hilang.

Banjir bandang ini menerjang sembilan kelurahan di Kabupaten Sentani.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengungkapkan lebih dari 1.000 warga Sentani dievakuasi ke kantor bupati dan rumah dinasnya.

Banjir bandang yang terjadi di malam hari, membuat para warga tidak mempersiapkan diri, sehingga yang diperlukan saat ini adalah kebutuhan pokok.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan dari 50 orang meninggal dunia, 38 jenasah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua, 7 jenasah di RS Marthin Indey, dan 5 jenasah di RS Yowari.

Sementara itu, Kepolisian daerah (Polda) Papua merilis 22 nama dari 61 korban meninggal yang berada di RS Bhayangkara, Jayapura, karena terdampak banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Sabtu (16/3) malam hingga Minggu dini hari.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal didampingi Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol Ramon A di RS Bhayangkara, Kota Jayapura, Minggu malam, mengatakan ke-22 korban tersebut telah diserahkan ke keluarga.

"Tiga nama korban pertama telah diserahkan langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar kepada keluarga," katanya dilansir Antara.

Kamal menambahkan, tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah, karena personel TN/Polri, tim SAR dan pemangku kepentingan lainnya masih dikerahkan di setiap titik yang dianggap sebagai tempat terparah dan terdapat korban jiwa.

Dievakuasi

Sebanyak 515 warga Kompleks Jati-jati dan kompleks Pertanian, Kelurahan Rimba Jaya, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua, pada Minggu sekitar pukul 11.00 WIT dievakuasi akibat banjir setinggi 40 cm yang melanda permukiman mereka.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Kota Jayapura, Minggu malam mengatakan tim gabungan yang terdiri dari Polres Merauke, Basarnas, Kodim dan Pemkab Merauke bekerja sama mengevakuasi ratusan warga tersebut.

"515 orang itu terdiri dari orang dewasa 215 serta anak-anak 300 orang. Warga ditampung di GOR Jalan Prajuirt Meruake yang dijadikan sebagai posko banjir," katanya.