Prabowo Sebut Sandi Bagus. Hasto: Kiai Ma'ruf Lebih Unggul

Safari
Prabowo Sebut Sandi Bagus. Hasto: Kiai Ma'ruf Lebih Unggul
Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (kiri) berjabat tangan dengan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) saat mengikuti Debat Ketiga Calon Wakil Presiden

Jakarta, HanTer— Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, melihat keunggulan Cawapres 01, KH Ma'ruf Amin, dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dibandingkan Cawapres 02, Sandiaga S Uno, pada Debat Capres ketiga.

Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu di Jakarta, Minggu malam, menanggapi acara Debat Capres ketiga yang menampilkan Cawapres 01, KH Ma'ruf Amin, dan Cawapres 02, Sandiaga S Uno, di Hotel Sultan Jakarta, Minggu malam.

Sandi Hebat

Sementara itu Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto Calon Presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto mengatakan Sandiaga Salahuddin Uno dalam debat dengan Cawapres KH Ma'ruf Amin Minggu malam, bagus.

"Kalau saya kan, kurang obyektif. Pasti, kalau (saya nilai) Sandi yang hebat, iya kan," kata Prabowo menjawab pers di depan kediamannya Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu malam.

Saat ke luar dari kediamannya, Prabowo juga menyapa para pendukungnya yang nonton bareng di dua lokasi yang berdekatan yakni di Prabowo Sandi Media Center dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Debat ketiga untuk Pemilu 2019 di Hotel Sultan, hari ini, bertema tentang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Tenaga Kerja

Lebih lanjut Hasto mengatakan, ketika Sandiaga menanyakan tentang kebijakan tenaga kerja asing, Kiai Ma'ruf mendengarkan pertanyaan tersebut dengan seksama, sehingga jawaban yang disampaikan pun fokus.

"Bagaimana jumlah tenaga kerja asing, dari prosentasinya adalah terendah di dunia. Kiai Ma'ruf juga menegaskan kebijakannya bahwa transfer of technology, ruang lingkup tenaga kerja asing tidak pada sektor yang berkaitan dengan usaha UMKM rakyat, serta pentingnya mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia, merupakan jawaban yang muncul melalui proses mendengarkan," kata Hasto.

Hasto juga melihat, Cawapres 02, Sandiaga S Uno, tidak memiliki empati untuk mendengarkan berbagai persoalan. "Jawaban atas stunting melalui sedekah putih, dipatahkan oleh Kiai Ma'ruf bahwa sangat penting bagi balita menerima ASI dalam dua tahun sejak kelahirannya," katanya.

Menurut Hasto, hal itu adalah hasil pemahaman Kiai Ma'ruf karena mendengarkan suara ibu. "Berbeda dengan Sandi, tidak cermat dengan substansi pertanyaan Kiai Maruf, maka terkait instrumen apa yang bisa dipakai agar dana transfer daerah di bidang pendidikan benar-benar membawa manfaat melalui "outcomes" yang jelas, terukur, dan berdaya guna, tidak bisa dijawab dengan baik oleh Sandi," katanya.

Dalam pandangan Hasto, pertanyaan Kiai Ma'ruf tampak sederhana, tapi disitulah tercermin kemampuan dasar seorang pemimpin, yakni kemampuan mendengarkan.