Tokoh Lintas Agama Serukan Pemilu 2019 Damai dan Beradab 

Safari
Tokoh Lintas Agama Serukan Pemilu 2019 Damai dan Beradab 
Sejumlah tokoh lintas agama yang terdiri dari agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu yang tergabung dalam Inter Religious Council (IRC) Indonesia menyerukan Pemilu 2019 bisa berlangsung damai dan beradab.

Jakarta, HanTer - Sejumlah tokoh lintas agama yang terdiri dari agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu yang tergabung dalam Inter Religious Council (IRC) Indonesia menyerukan Pemilu 2019 bisa berlangsung damai dan beradab. Pemilu merupakan proses demokrasi yang harusnya berlangsung damai, aman dan bahagia tanpa harus menimbulkan perpecahan yang akan merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Perwakilan dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Agustinus Heri Wibowo mengatakan, tidak dipungkiri dalam Pemilu 2019 terdapat perbedaan politik. Oleh karena itu pihaknya menyerukan agar perbedaan tersebut tidak meluas dan merusak persatuan dan kesatuan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 45 yang Bhineka Tungga Ika.

"Seruan ini merupakan tindakan preventif dari tokoh lintas agama agar tidak terjadi perpecahan di masyarakat,"  ujar Romo Agustinus Heri Wibowo di Gedung IRC, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Sementara itu Presidium IRC, Din Syamsudin mengatakan, Pemilu 2019 adalah agenda demokrasi sebagai sarana untuk mewujudkan bangsa Indonesia sesuai cita - cita para pendiri bangsa. Jangan sampai pemilu mendorong anak bangsa menampilkan kebiadaban. 

"Walaupun berbeda pilihan politik, jangan sampai mengganggu dan merusak menggoyahkan sendi-sendi persatuan bangsa. Berlombalah secara sehat. Jangan kita tampilkan ketegangan. Karena ini bukan perang," tegasnya. 

Ada delapan seruan yang disampaikan  agar Pemilu 2019 berlangsung damai dan beradab.

1. Menyerukan kepada Keluarga Besar Bangsa agar tidak terjebak da|am pertikaian yang hanya akan membawa perpecahan bangsa. 

2. Menyerukan kepada Keluarga Besar Bangsa agar menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab demi kelangsungan kehidupan bangsa dan peningkatan kesejahteraan rakyat serta terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

3. Menyerukan kepada Keluarga Besar Bangsa agar menjadikan Pemiiu 2019 sebagai Pemilu yang damai, berkualitas. beradab, dan demokratis. Untuk itu diserukan agar semua pihak dapat menahan diri dari pernaku yang menebar kebencian, pennusuhan. dan pertentangan, baik da|am ucapan maupun perbuatan. 

4. Menyerukan kepada Keluarga Besar Bangsa agar walaupun berbeda pilihan politik namun tetap mengutamakan persaudaraan, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa. 

5. Menyerukan kepada Peserta Pemilu, Capres-Cawapres, Partai Politik, Caleg beserta Tim Sukses, dan para Pendukungnya agar bersaing secara sehat dan tidak melanggar ketentuan hukum dan peraturan perundang -undangan yang berlaku. khususnya tentang tidak melakukan kampanye dalam bentuk apapun di Rumah lbadat dan Lembaga Pendidikan. 

6. Menyerukan kepada segenap Penyelenggara. Pengawas, Petugas Pengamanan Pemilu harus bertindak adil, jujur. tegas dalam menjatankan tugas dan fungsi sesuai peranannya masing-masing. 

7. Menyerukan kepada semua pihak baik penyelenggara peserta maupun rakyat pemilih dalam Pemilu agar menghindari praktek po|itik uang. Karena politik uang sangat dihindari semua agama. 

8. Menyerukan kepada segenap seluruh umat beragama khususnya para pimpinan dan tokoh agama untuk ikut menciptakan suasana aman dan damai sebelum selama dan setelah pemilu berlangsung serta tidak terhasut ajakan dan ujaran yang dapat menimbulkan perpecahan bangsa.