Paslon 01 Berpotensi Mengambil Banyak Suara Mengambang, BPN Tetap Optimis

Sammy
Paslon 01 Berpotensi Mengambil Banyak Suara Mengambang, BPN Tetap Optimis

Jakarta, HanTer - Pasangan Jokowi-Ma’ruf diprediksi lebih mampu mengambil suara dari pemilih yang belum memutuskan pilihan dibandingkan pasangan Prabowo-Sandi.

Salah satu temuan hasil survei nasional Konsepindo Research and Consulting, menyebutkan, suara yang belum memutuskan pilihan adalah sebesar 11,1 persen. 

Mereka disebut-sebut memiliki penilaian yang positif kepada Jokowi sebagai presiden petahana sehingga berpotensi untuk mendapatkan limpahan suara dari jenis pemilih ini. Relatif tidak ada faktor penolakan atau resistensi dari kelompok ini kepada pasangan incumbent.

Survei KONSEPINDO dilakukan dengan melibatkan 1200 responden, menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen dan dengan derajat kepercayaan sebesar 95 persen.

Rilis dan diskusi surnas ini juga dihadiri oleh Tim Kampanye Nasional (TKN), Tb. Ace Hasan Syadzily dan Badan Pemenangan Nasional (BPN), Viva Yoga Mauladi, serta pengamat politik dari LIPI, Syamsudin Haris. 

Berdasarkan temuan data KONSEPINDO, Jokowi berpotensi dapat mengambil suara kelompok pemilih yang belum memutuskan pilihan karena pada kelompok pemilih ini terdapat 8 persen sangat puas dan 60,5 persen cukup puas dengan kerja Jokowi. 

Selain itu yang menginginkan kembali Jokowi menjadi Presiden untuk kedua kalinya dari kelompok undecided voters ini juga lumayan banyak yakni sebesr 18,1 persen. Selain itu kelompok undecided voters ini juga banyak berasal dari partai pengusung Jokowi yakni PKB (9,9%), PDIP (7,4%), PPP dan Golkar (2,5%). 

"Dilihat dari profilnya, Jokowi dikungkinkan akan mendapatkan suara dari pemilih yang belum memutuskan, karena setelah didalami tidak ada resistensi yang berarti dari kelompok ini," terang Veri Muhlis, direktur eksekutif KONSEPINDO dalam pemaparannya di hadapan media massa dan peserta diskusi di Hotel Milenium sekaligus diskusi publik dengan tema 'Peta Kekuatan Pilpres Mutakhir: Menimbang Suara Undecided Voters', Rabu (13/3/2019).

Veri menambahkan, dari analisis demografis pemilih suara yang belum memutuskan, tidak terlihat kecendrungan pilihan yang signifikan pada pasangan Prabowo-Sandi.

"Banyak variabel pada pemilih yang belum memutuskan ini yang lebih dekat kepada Jokowi karenanya berpotensi untuk memilih Jokowi pada akhirnya," ujar Veri Muhlis.

Secara keseluruhan, lanjut Veri, Jokowi lebih berpeluang memenangkan pilpres Bulan April mendatang dibanding Prabowo. Elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang didapat melalui simulasi pencoblosan dengan specimen kertas suara adalah sebesar 54,8 persen.

Dengan kata lain unggul selisih 20,7 persen dari pasangan Prabowo-Sandi yang memperoleh elektabilitas sebanyak 34,1 persen. Adapun undecided voters adalah sebanyak 11,1 persen.

"Jika suara yang belum memutuskan itu keseluruhannya kemudian memilih pasangan Prabowo-Sandi semuanya, pasangan Jokowi-Ma’ruf masih tetap ungggul. Namun data menunjukan, ternyata suara belum memutuskan terbagi sama kuatnya bahkan karakteristik demografisnya lebih dekat ke pemilih Jokowi-Ma’ruf," tutup Veri Muhlis.

Optimis
Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengaku tetap optimis. Hal tersebut diungkapkan oleh juru debat BPN Viva Yoga Mauladi.

"BPN masih optimis. Masih sisa waktu karena kita lihat fenomena yang terjadi, adanya kesadaran politik masyarakat kemudian respon masyarakat terhadap pasangan 02," kata juru debat BPN Viva Yoga Mauladi di Millennium Hotel, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Viva menyebutkan, antusiasme masyarakat dalam menyambut Prabowo-Sandi di lapangan luar biasa. Ia lalu mengaitkannya dengan kebangkitan populisme Islam.

"Ini merupakan kebangkitan populisme Islam yang tidak mengarah ke ekstrimisme, seperti yang ada di Arab Spring. Tapi kalau di Indonesia, kebangkitan populisme Islam itu mengarah ke kehidupan beragama dan itu mengarah ke coattail effect pasangan 02," ujarnya.

Terkait dengan debat, politikus PAN ini menilai debat capres-cawapres masih berpengaruh untuk meraup suara dari swing voters. Hal itu terlihat dari respons publik dalam menyikapi isi dan materi dalam debat.

"Menurut kami, BPN, debat dan kampanye masih memberikan pengaruh terhadap peningkatan elektoral. Jadi respon dalam perdebatan pertama masih ada pengaruh signifikan, bagaimana respon publik menyikapi terhadap isi materi dan sikap pada debat-debat capres," tutur Viva.

#Pilpres   #BPN   #TKN   #Jokowi   #Suara   #mengambang   #