Kapak Indonesia Minta KPK Usut Kasus Dugaan Korupsi Lukman Abunawas

safari
Kapak Indonesia Minta KPK Usut Kasus Dugaan Korupsi Lukman Abunawas
Demo di KPK/ ist

Jakarta, HanTer - Ratusan masa yang tergabung dalam Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (Kapak-Indonesia) menggeruduk kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (13/3/2019) siang. Aksi demo yang nyaris bentrok dengan aparat setempat membawa pesan agar KPK tegas dalam menjalankan tugasnya. 

Koordinator aksi, Laode Kamaludin mengatakan, aksi ini mendesak KPK untuk membuka kembali kasus mantan Bupati Konawe yang diduga telah melakukan banyak pelanggaran dan penyimpangan yang bermuatan KKN selama ia menjabat. Serentetan peristiwa hukum sepanjang Lukman Abunawas menjabat sebagai Bupati Konawe tidak boleh dilupakan oleh rakyat. Sebab, hukum tidak mengenal kadaluarsa. 

Kamaludin mengatakan di Indonesia masih ada fenomena hukum yang tidak sesuai dengan harapan rakyat. Salah satunya adalah fenomena hukum yang menimpa Lukman Abunawas (saat ini Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara), di kala dirinya menjabat sebagai Bupati Konawe.

Kamal menuturkan, yang bersangkutan pernah ditetapkan sebagai tersangka pada Juni 2004 oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara karena diduga kuat terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana pesangon anggota DPRD di kabupaten itu tahun 2003 senilai kurang lebih Rp 2,2 miliar.  Selain itu, mencermati Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas LKPD Kabupaten Konawe periode 2007-2009, ditemukan banyak sekali penyimpangan. 

“Masih banyak lagi dugaan korupsi yang dialamatkan kepada Lukman Abunawas. Karena itu kami mendesak KPK untuk memproses hukum dugaan korupsi Lukman sebesar Rp 5,731 miliar dan dugaan suap sebesar Rp 3,7 miliar, setelah terbitnya SK pemberhentian sementara oleh Mendagri saat itu, M Maruf.” tuturnya. (Safari)
 

#Kapak   #Indonesia   #KPK   #Lukman   #Abunawas