Minta Restu dan Keberkahan, Banyak Calon Wakil Rakyat Datangi Dukun Dan Makam Keramat

Safari
Minta Restu dan Keberkahan, Banyak Calon Wakil Rakyat Datangi Dukun Dan Makam Keramat
Ilustrasi (ist)

Jakarta, Hanter - Pemilu Legislatif tak lama lagi digelar. Para calon anggota legislatif (caleg) melakukan berbagai persiapan dan berbagai cara untuk meraup suara sebanyak-banyaknya. Selain mendatangi tokoh masyarakat dan tokoh agama, juga mendatangi makam-makam keramat dan dukun/orang pintar untuk melakukan ritual mistis. Tujuannya jelas minta ‘restu’ dan minta keberkahan.

Di sejumlah daerah memang terdapat banyak makam keramat dan dukun-dukun yang menyebut dirinya ‘sakti’. Di Blitar, Jawa Timur, tingkat kunjungan caleg ke makam keramat meningkat sejak awal tahun 2019.

Lima makam yang sering dikunjungi adalah Makam Bung Karno (MBK) di Sentul, Makam Adipati Aryo Blitar di Kelurahan Blitar dan makam Pangeranan di sebelah timur Istana Gebang. Selain itu juga di petilasan Syeh Subakir di kompleks Candi Penataran Nglegok dan makam Djojodigdan atau lebih dikenal dengan sebutan makam gantung di Jalan Melati Kota Blitar.

Di Lampung, sejumlah caleg kerap mendatangi puncak Gunung Betung untuk melakukan kegiatan irasional. Disebut, Mbah Betung dapat menerawang masa depan seseorang cukup dengan meraba cincinnya.

Para caleg juga ramai mendatangi Makam Pakuncen, Kecamatan Patihanrowo, Kabupaten Nganjuk. Mereka melakukan ziarah ke makam Tumenggung Purwodiningrat, Bupati Pertama Kertosono. Temenggung Purwodiningrat ini, merupakan kerabat Pangeran Puger, Raja Mataram.

Selain makam Pakuncen, makam keramat yang banyak didatangi para Caleg, adalah makam Kanjeng Jimat, Bupati Pertama Nganjuk, di Berbek. Makam Ki Ageng Balak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, juga kerap dikunjungi para caleg.

Di daerah Garut Utara makam-makam keramat dikunjungi para caleg dari berbagai daerah. Umumnya mereka berziarah ke makam Sunan Cipancar, Mbah Ketib, Mbah Salinggih, dan Mbah Wali Cibiuk. Juga ke makam Prabu Kian Santang alias Sunan Rahmat Suci Godog di Desa Lebak Agung Kecamatan Karangpawitan. Di Kabupaten Tegal ada makam Sri Susuhunan Amangkurat Agung atau Amangkurat 1 yang merupakan Raja Kesultanan Mataram.

Energi Spritual

Menanggapi ramainya caleg ke makam keramat dan dukun, paranormal Gus Yusuf Cokro Santri mengatakan, para caleg mendatangi makam kramat dan dukun untuk berwasilah atau mencari backup energi spiritual sebagai perantara untuk memuluskan cita-citanya. Karena bagian yang juga penting dalam kancah pemilu adalah praktek spiritual tradisional warisan budaya leluhur seperti tahlilan yasinan, dzikir bersama, syukuran dan ziarah kubur atau makam yang dianggap istimewa.

"Makam yang dianggap istimewa dan keramat yaitu makam para keturunan Nabi, Wali, Aulia, para raja nusantara, pahlawan dan pendiri bangsa," jelasnya. 

Paranormal yang kerap tampil di stasiun tv swasta ini memaparkan, biasanya para caleg yang datang ke makam kramat dan dukun juga untuk mengecharge diri menggalang energi spiritual positif agar lebih tepat dalam langkahnya. Apalagi makam kramat dan dukun yang didatanginya dinilai mempunyai intuisi batin sehingga lebih tahu langkah kebijakan apa yang harus diambil agar lebih bisa menguasai keadaan, percaya diri dalam menebar pesona saat menjaring simpati dan  suara dari rakyat.

"Menurut saya hal itu wajar-wajar saja. Toh tidak merugikan orang dan caleg lain," paparnya.

Terkait mendatangi dukun atau paranormal, sambung  Gus Yusuf, juga sudah jadi lazim dan realitas. Apalagi dukun, paranormal atau tokoh spiritual adalah bukan hal baru dalam perpolitikan di Indonesia. Biasanya mereka datang ke dukun karena ingin melihat peruntungan peluangnya bila ikut kancah politik. Saat datang biasanya mereka meminta bantuan doa dan energi agar masyarakat bisa terpesona sehingga bisa terdongkrak elektabilitasnya.

Gus Yusuf memaparkan, mereka mendatangi dukun karena bagaimanapun manusia butuh partner curhat, meminta petuah bijak, diskusi strategi, wejangan dan sangu batin sebagai wasilah atau perantara dalam menggapai cita cita. Dan tugas dukun adalah menemani, mendoakan dan membimbing. Dukun menjadi perantara yang baik bagi para caleg yang mengadu agar dalam berjuang berikhtiar tetap dalam bingkai lingkaran kuasa Tuhan, tidak merusak akidah.

Meraih Simpati

Sjachrial Ibrahim, pengobat non medis mengatakan, hal biasa menjelang pemilu para caleg mendatangi makam kramat dan dukun. Mereka mendatangi makam kramat dan dukun sebagai salah satu cara untuk meraih simpati para konstituennya. Kunjungan para caleg tersebut jangan dikaitkan dengan agama karena ada faham-faham lainnya yang mungkin tidak dilarang agama.

"Seberapa kuat makam kramat dan dukun untuk bisa menjadikan seseorang menjadi caleg, kita juga belum tahu. Hal itu tergantung pengelola makam yang disebut kuncen," papar Sjachrial Ibrahim kepada Harian Terbit, Selasa (12/3/2019).

Sjachrial menuturkan, dengan mendatangi makam kramat atau dukun mungkin saja para caleg akan mendapatkan masukan berupa kekuatan dari keramat atau dukun sehingga bisa mempengaruhi hati orang ketika menjelang hari "H" atau pencoblosan. 

Minta Keberhasilan

Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Yophie Septiady mengatakan, para caleg datang ke makam kramat pada hakekatnya bukan ke makam; tetapi siapa (nama) dibalik makam tersebut, yang mau diraih (ngalap) seperti aura, nilai-nilai spiritual, atau pengaruh dari yang ada di makam tersebut. Biasanya tujuan mereka datang ke makam untuk 'suwon' (permisi) kepada pihak ada di balik makam tersebut. Suwon bisa berarti penghormatan atau izin kepada yang dianggap lebih tinggi atau terhormat.

"Mereka minta restu, bukan dalam pengertian minta keberhasilan. Itu jelas beda. Sedangkan ke dukun, untuk minta keberhasilan. Makanya konsep ke dukun bukan suwon tetapi lebih kepada proses mendapatkan tujuan," jelasnya   

Dari kajian budaya, caleg yang datang ke makam kramat tidak selalu dinilai negatif. Karena  orang yang dekat dengan tradisi cenderung menilai orang tersebut untuk berusaha mengerti tata krama atau sopan santun dengan leluhurnya. Mendatangi makam juga untuk memahami konsep ruang (kosmos) dari "Yang nyata" dan "Yang ghaib".

Sementara caleg yang datang ke dukun cenderung mendapatkan penilaian negatif, karena masalah psikologis, rasa percaya diri yang kurang, tidak yakin dengan potensi diri yang ada padanya. Dalam konteks agama (Islam), orang yang datang ke dukun  dianggap musyrik. Karena menurut syariat Islam adalah perbuatan menyekutukan Allah dengan apa pun. 

Dalam Islam, syirik adalah dosa yang tak bisa diampuni kecuali dengan pertobatan dan meninggalkan kemusyrikan sejauh-jauhnya.