Diduga Dari Oknum Pihak Ketiga, Heboh Kampanye Hitam Gunakan Kondom

Harian Terbit/Sammy
Diduga Dari Oknum Pihak Ketiga, Heboh Kampanye Hitam Gunakan Kondom

Heboh kampanye hitam dengan menampilkan alat kontrasepsi bergambar pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)-Ma`ruf Amin yang beredar di sejumlah media sosial menghebohkan publik. Baik kubu Jokowi maupun Prabowo masing-masing sebagai pihak penyebar hal tersebut.

Berbeda dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf yang menilai bahwa logo kondom tersebut keterlaluan, Badan Pemenangan Nasional (BPN) justru memandang dari arah yang berbeda. 

Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono, mengatakan, kondom berlogo Jokowi-Ma'ruf jangan dipandang negatif, karena bisa berarti simbolis. Dia mengatakan bahwa kondom tersebut bisa berarti sudah saatnya Indonesia bisa mengatur jumlah penduduk.

"Kalau menurut saya justru kondom itu jangan diartikan sebuah yang negatif, tapi itu merupakan simbol bahwa negara Indonesia itu harus mengatur jumlah penduduknya." kata Poyuono, di Jakarta, Munggu (10/3/2019).

Puyuono mengatakan, selama 4 tahun pemerintahan Jokowi terjadi ledakan penduduk yang berujung kepada faktor ekonomi.

"Karena selama 5 tahun ini hampir 4 tahun pemerintahan Jokowi terjadi ledakan penduduk. Kalau terjadi ledakan penduduk kan artinya akan berimbas kepada ekonomi," ujar dia.

Dia juga mengatakan, beredarnya kondom tersebut harus disyukuri karena Jokowi harus mengurangi jumlah penduduk dengan menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi. 

"Artinya itu harusnya disyukuri bahwa itu melambangkan pemerintahannya, Jokowi ingin mengurangi jumlah penduduk dengan menggunakan program KB yang menggunakan kondom alat kontrasepsi kan," terang Arief.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika saja logo kondom tersebut adalah paslon 02, dia tidak akan mempermasalahkannya malah justru akan berterima kasih.

Pihak Ketiga

Pakar komunikasi Gunawan Witjaksana, mengungkapkan, ada kemungkinan pihak ketiga yang ingin memperkeruh suasana terkait dengan alat kontrasepsi bergambar Pasangan Calon Nomor Urut 01 itu.

"Oleh karena itu, kedua belah pihak perlu bergandengan tangan saling menyampaikan pesan yang menarik, mencerdaskan, etis, serta bermanfaat bagi masa depan masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," terangnya di Jakarta Minggu (10/3/2019).

Ia menilai, kampanye hitam semacam itu justru bakal merugikan lawan dari Jokowi-Ma'ruf sendiri. Menurut Gunawan, hal tersebut sudah tidak efektif, bahkan cenderung kontraproduktif.

Masyarakat akar rumput, lanjut dia, sudah makin cerdas karena banyaknya informasi. "Kampanye hitam justru merugikan lawannya meski sebenarnya belum tentu mereka yang membuat," terang 

Langkah Hukum

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Ace Hasan Syadzily tidak terima dengan beredarnya foto alat kontrasepsi alias kondom bergambar Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di media sosial. Menurutnya, hal tersebut merupakan kampanye hitam.

Ia menilai ada maksud jahat di balik terunggahnya foto tersebut. Ace mengatakan tidak mungkin pasangan calon nomor urut satu menggunakan kondom sebagai alat kampanye.

"Saya kira itu maksud jahat dari pihak yang ingin menyatakan ke masyarakat bahwa TKN, Jokowi-Ma'ruf itu pro terhadap kontrasepsi," kata Ace di Jakarta, ,minggu (10/3/2019).

Ia menduga, terdapat pihak terkait yang sengaja menurunkan citra Jokowi dan Ma'ruf Amin. Terlebih, hal ini dikaitkan dengan isu miring bahwa pasangan petahana tersebut bakal melegalkan seks bebas di Indonesia.

"Itu paralel dengan isu yang dihembuskan bahwa Jokowi-Ma'ruf akan melegalisasi seks bebas dan lain lain. Dugaan saya begitu. Tapi yang jelas tidak pernah kami kampanye dengan menggunakan cara seperti itu," ujar dia.

Ace mengatakan pihaknya bakal segera menelusuri siapa penyebar gambar itu dan mengecek kebenarannya. TKN juga akan membawa kasus ini ke jalur hukum jika ditemukan ada pihak terkait yang melakukan hal tersebut.

#Pilpres   #hoax   #jokowi