Hasilkan Resolusi Krusial, Rakernas IAI Desak DPR Sahkan RUU Kefarmasian

romi
Hasilkan Resolusi Krusial, Rakernas IAI Desak DPR Sahkan RUU Kefarmasian
Ketua Umum PP IAI Nurul Falah Eddy (kanan) & Ketua Panitia Sutrisno Untoro/ ist

Jakarta, HanTer -  Rasa prihatin dirasakan Ikatan Apoteker Indonesia. Pasalnya, sudah lima tahun ini Rancangan Undang Undang (RUU) Kefarmasian di Program Legilasi Nasional (Prolegnas) DPR RI masih saja mangkrak. 

Padahal, dalam hitungan bulan para wakil rakyat yang ada di Gedung DPR itu habis masa jabatannya pada Oktober 2019, namun, hingga kini belum ada progres yang berarti.

Oleh karenanya, Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan Rapat Kerja Nasional Ikatan Apoteker Indonesia (Rakernas IAI) 2019 yang bakal digelar pada 12 – 15 Maret 2019 di Bandung diharapkan menghasilkan resolusi krusial, mendesak DPR RI segera membahas Rancangan Undang Undang (RUU) Kefarmasian menjadi UU.

"Sebenarnya kami tidak ada target Prolegnas DPR sekarang ini bisa membahas RUU Kefarmasian menjadi UU. Ya harapan kita DPR yang baru nanti bisa segera membahas RUU Kefarmasian," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia ( PP IAI) Nurul Falah Eddy Pariang, di kawasan Tomang, Jakarta Barat, Jumat (8/3/2019).

Cukup miris, kata Nurul Falah, mengingat negara sebesar Indonesia yang penduduknya mencapai 270 juta jiwa lebih saat ini tidak memiliki UU Kefarmasian.

"Ya ironis, Indonesia, negara sebenar ini di mana Farmasi/obat menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat namun hingga saat ini tidak ada UU-nya yang mengatur praktik Farmasi," terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PIT dan Rakernas 2019 Sutrisno Untoro menambahkan tema PIT dan Rakernas 2019 adalah "Enhancing Public Access to Pharmacists in Digital Era".

" PIT dan Rakernas 2019 ini diantaranya mencoba mencari solusi akan perkembangan era digital dan disrupsi informasi seperti saat ini, yang juga membuka peluang-peluang penyalahgunaan sediaan farmasi, yang menuntut perlunya upaya-upaya pengawasan yang lebih komprehensif dan IT-based," tambahnya

Mengingat era digital di mana masyarakat sudah semakin dimudahkan membeli obat-obat melalui online, sehingga tidak.perlu bertemu dengan Apoteker lagi. 

"Namun belum.ada aturan hukumnyanyang mengatur hal.itu agar kedepan masyarakat tidak mengalami.dampak buruknya perlu diatur dengan Permenkes," ucap Sutrisno.

Acara tersebut rencana dibuka oleh Menteri Kesehatan Nila Juwita Moeloek sekaligus menjadi keynote speaker. Kepala BPOM Penny Lukita dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diharapkan hadir untuk menyampaikan kata sambutan pejabat Kementerian Riset Dan Teknologi Dan Pendidikan Tinggi, Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia Prof Rhenald Kasali yang akan menyampaikan manajemen di era induatri 4.0. 

#Rakernas   #IAI   #RUU   #Kefarmasian