Kejahatan Narkoba Makin Merusak Hingga ke Tingkat Elite

Danial
Kejahatan Narkoba Makin Merusak Hingga ke Tingkat Elite
Anggota Fraksi Nasdem MPR RI Taufiqulhadi

Jakarta, HanTer - Kejahatan narkoba makin merusak hingga ke tingkat elit dan menjadi momok mengkawatirkan di Indonesia sebab efek buruk penyalahgunaan narkoba sangat menghancurkan pribadi, masa depan dan lingkungan. Yang paling mengerikan adalah sebagian besar korban narkoba adalah generasi muda bangsa dengan masa depan cerah.

Di berbagai ranah diskusi sampai obrolan warung kopi, narkoba selalu menjadi pembahasan seru dan dijadikan stempel ‘horor’ serta kengerian yang selalu membayangi generasi muda bangsa yang tak kunjung bisa dipadamkan. Bahkan kengerian narkoba tidak hanya dialami Indonesia, negara-negara di belahan dunia lainnyapun mengalami hal yang sama.

Walaupun aparat penegak hukum sering melibas pengguna, distributor serta bandar narkoba, sepertinya kejahatan narkoba ini licin seperti belut. Sudah tak terhitung masyarakat umum, anak-anak muda, oknum artis, oknum pejabat yang menjadi pesakitan karena kasus narkoba. Teranyar dan menjadi viral adalah terciduknya seorang politisi petinggi parpol karena kasus narkoba.

Anggota Fraksi Nasdem MPR RI Taufiqulhadi mengatakan penanganan kasus narkoba baik itu penegakan hukum yang keras dan rehabilitasi sama-sama penting.  Hal ini berkaitan erat dengan klasifikasi kasus narkoba yakni pengguna narkoba dan pengedar narkoba.  Pengguna juga diklasifikasikan menjadi dua lagi yakni pengguna dengan kesengajaan dan pengguna karena menjadi korban.

“Namun dalam mata hukum semua adalah kejahatan dan harus dihukum masuk penjara. Nah, ini yang penting, ketika di penjara jangan sampai penyalahgunaan narkoba kembali terjadi. Lingkaran kejahatan tersebut mesti dihentikan. Tapi, karena baik pengguna, korban, dan bandar dijadikan satu baik secara hukum dan penempatan di penjara, upaya penanganan kasus narkoba menjadi lebih berat,” ujarnya.

Taufiq berharap agar ada pemisahan atau perbedaan antara pengguna, korban dan bandar.  Hukuman keras untuk bandar-bandar dan hukum rehabilitasi baik untuk pengguna sengaja atau korban narkoba. Hal ini tentu berkaitan erat dengan UU Narkotika.

“Saat ini hukum positif dan sosial di masyarakat sangat menyudutkan pengguna narkoba terutama korban narkoba.  Keluarga yang ingin melaporkan anaknya untuk direhab karena korban narkoba menjadi takut ancaman hukuman keras dan hukuman sosial di masyarakat.  Untuk itu masyarakat juga sangat kita himbau untuk menempatkan kasus narkoba secara tepat dan bijak.  Intinya kalau memang pengedar, memang harus disikapi dengan hukum sekeras-kerasnya, tapai kalau pengguna apalagi korban harus disikapi berbeda yakni dengan rehabilitasi,” pungkasnya.