Elektabilitas Capres dan Cawapres Versi 7 Lembaga Survei

Safari
Elektabilitas Capres dan Cawapres Versi 7 Lembaga Survei
Pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi

Jakarta, HanTer—Sejumlah lembaga survei merilis hasil survei mereka terhadap elektabilitas peserta pilpres. Berikut hasilnya.

Charta Politika

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 53,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 34,1 persen.

Polmark

Hasil survei yang dirilis lembaga survei Polmark Jokowi-Ma'ruf unggul cukup telak, yaitu meraih 40,4 persen. Sementara Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno hanya meraih 25,8 persen,

CRC

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf masih unggul dibanding Prabowo-Sandi.

Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan 56,1 persen dan Prabowo- Sandi 31,7 persen,

Median

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf kini sebesar 47,9 persen dan Prabowo-Sandiaga 38,7 persen.

Populi

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,1 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 31,0 persen.

Cyrus

Lembaga survei Cyrus menyebut, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin sebesar 55,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 36 persen.

LSI

Sebanyak 58,7 persen responden memilih Jokowi-Ma'ruf. Dan 30,9 persen responden memilih Prabowo-Sandiaga.

Tidak Yakin

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah turut berkomentar terkait elektabilitas Jokowi - Maruf Amin dan Prabowo - Sandi yang dirilis LSI Denny JA. Berdasarkan hasil survei terbaru, elektabilitas kedua paslon terpaut cukup jauh, yaitu Jokowi - Maruf dengan 58,7 persen dan Prabowo - Sandi dengan 30,9 persen.

Fahri mengaku tidak yakin dengan hasil elektabilitas yang dirilis LSI Denny JA. Ia pun membandingkan survei elektabilitas Pilpres 2019 dengan survei elektabilitas Pilkada DKI 2017 lalu.

Fahri menilai Denny JA bukanlah ilmuwan, tapi timses. "Denny JA itu tim sukses. Dia bukan ilmuwan," tegasnya.

Fahri juga menyayangkan indikator survei yang dipakai oleh LSI Denny JA. Ia menyebut materi survei yang dipakai oleh LSI Denny JA terlalu tendensius dan berpotensi menimbulkan adu domba.

"Terus terang belakangan semakin kurang (kualitas surveinya). Dulu dia kakak kelas saya. Saya kagumlah sama Denny. Sekarang agak payah surveinya, materinya tendensius. Janganlah, jangan mau adu domba," tuturnya.

Salah satu materi survei LSI yang menarik perhatian Fahri adalah terkait pendapat pemilih Prabowo - Sandi soal masalah Islam di Timur Tengah. Menurutnya, tak masuk akal pemilih Prabowo - Sandi menginginkan Indonesia seperti Timur Tengah. "Denny... Denny... Cari makan jangan begitu amatlah," ujarnya.