Sebut HTI di Belakang Prabowo, Ferdinand: Rommy Menyebar Fitnah

Sammy
Sebut HTI di Belakang Prabowo, Ferdinand: Rommy Menyebar Fitnah
Ketua PPP Romahurmuziy

Jakarta, HanTer - Pernyataan Ketua Umum PPP M Romahurmuziy (Rommy) yang menyebutkan, kelompok yang menginginkan khilafah dan mengubah Pancasila seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI),  saat ini berkumpul di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, kerap menuai kontroversi. 
Ungkapan Rommy ini membuat marah anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean.

“Kepolisian diminta untuk segera menangkap Romahurmuziy atas tuduhan telah menyebarkan fitnah. (Ucapan Romi) ini sama derajatnya dengan pernyataan emak-emak yang di Karawang," kata Anggota BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean di Jakarta, Kamis (7/3/2019).

Menurut Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat itu, Romi harus diproses hukum sama seperti yang dilakukan kepolisian terhadap tiga emak-emak di Karawang.

Selain mendesak kepolisian memproses Romi secara hukum, Ferdinand memastikan tidak ada kelompok yang ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi negara bersembunyi di belakang Prabowo. "Tidak ada yang ingin ganti Pancasila di balik Prabowo. Dia tentara tulen cinta NKRI," tulis Ferdinand.

Cari Sensasi 

Direktur Eksekutif Indonesian for Transparency and Akuntabillity (Infra), Agus Chaerudin, mengatakan, kegaduhan-kegaduhan ditahun politik lebih disebabkan karena banyaknya pernyataan-pernyataan tendensius yang menggunakan kebijakan-kebijakan pemerintah yang salah. Ia menilai, adanya pernyataan Ketum PPP terkait adanya kelompok HTI berkumpul dikubu Paslon 02 Prabowo-Sandiaga, hanyala sekedar cari sensasi.

Bahkan menurutnya, pernyataan tersebut tepatnya ditujukan ke pihak paslon 01 Jokowi-Maruf dikarenakan keberadaan Yusril Ihza Mahendra.

"Masyarakat tentunya paham bahwa Yusril adalah Pengacara HTI yang sempat mengajukan kasasi ke MA dan hingga kini belum diputuskan," ungkapnya di Jakarta, Kamis (7/3/2019).

Dirinya sekaligus Sangat menyayangkan gaya 'Carmuk' para politisi-politisi pendukung Paslon 01 Jokowi-Amin yang dinilai menghalalkan segala cara.

Dalam hal ini menurut Agus, justru pernyataan Rommy secara tak langsung berakibat terhadap degradasi peluang masyarakat dalam memberikan suara pada Jokowi-Amin.

"Dimana Rommy juga tidak belajar dari kesalahannya yang sempat berlaku tidak sopan pada KH. Mai'moen Zubair untuk meralat do'anya. Sehingga berakibat fatal dimata kaum Muslimin Indonesia," terang dia.

Ia juga khawatir, pernyataan Rommy tersebut dapat berdampak hukum. Mengingat, HTI masih lakukan Kasasi MA dan sangat berpotensi terkena UU ITE karena dianggap melakukan fitnah yang harus dibuktikan secara hukum.

Untuk diketahui, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, sempat menyebut kelompok yang menginginkan khilafah dan mengubah Pancasila seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) saat ini berkumpul di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Bagi HTI tidak ada pilihan lain kecuali mendukung pasangan calon nomor urut 02. Sebab, jika Jokowi terpilih lagi HTI sudah pasti tidak bisa lagi berkembang di Indonesia karena memang sudah dilarang," katanya di PCNU Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (5/3/2019) malam.

Ia mengatakan, Jokowi membubarkan HTI setelah berkonsultasi dengan ormas-ormas besar Islam dan pimpinan partai politik Islam.

"HTI yang ingin mendirikan khilafah dianggap tidak mengakui Pancasila dan NKRI," kata Rommy, sapaan akrab Romahurmuziy.

Menurut Rommy, jika Prabowo menang, HTI berharap bisa mengembangkan paham khilafah ini termasuk paham intoleran lainnya.

Rommy menambahkan, selama ini sejumlah kelompok Islam garis keras, termasuk HTI, membangun narasi bahwa Prabowo merupakan pembela Islam. Namun, narasi itu terbukti bertolak belakang dengan fakta yang ada.

"Mereka akhirnya tidak peduli pada keislaman Prabowo karena merasa hanya dengan Prabowo menanglah HTI bisa kembali muncul dan tidak dilarang seperti di pemerintahan Pak Jokowi," tukasnya dilansir Antara.