Kartu Pra Kerja: Paling Hanya Janji-janji

Safari
Kartu Pra Kerja: Paling Hanya Janji-janji
Jokowi janjikan Kartu Pra Kerja untuk pengangguran

Jakarta, HanTer—Rencana program kerja calon presiden petahana Joko widodo untuk menerbitkan Kartu Pra Kerja terus menuai polemik. Programini  akan memberi para pencari kerja dan pengangguran untuk mendapatkan uang tunjangan.

Pertanyaannya, apakah janji Jokowi itu bisa direalisasikan mengingat saat ini kondisi keuangan Negara sedang sulit? Berikut kutipan sejumlah politisi dan aktivis kepada Harian Terbit, Senin (4/3/2019).

Ferdinand Hutahaean, Politisi Demokrat

Program tersebut terlalu muluk. Jumlah pengangguran di Indonesia mencapai angka 7 juta orang. Kehadiran Kartu Pra Kerja tentu akan menjadi beban yang berat bagi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Kira-kira mereka akan digaji berapa setiap bulan sampai mereka mendapat pekerjaan? Bagaimana Jokowi akan membiayai gaji para pengangguran tersebut. Apalagi, saat ini Jokowi masih belum mampu menyelesaikan utang yang diderita Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Syafti Hidayat. Aktivis

Janji kampanye yang disampaikan calon presiden petahana, Joko Widodo harus benar-benar diwaspadai. Pasalnya, tidak sedikit janji yang disampaikan pada Pilpres 2014 lalu yang belum dituntaskan. Janji 2014 saja tidak ditepati. Sekarang malah menabur janji lagi.

Desmond J Mahesa, Politisi Demokrat

Tiga kartu sakti Jokowi tidak akan akan berpengaruh banyak pada suara pemilih. Juga tidak akan mampu membius rakyat. Pilihan masyarakat dalam pemilu mendatang sudah sangat rasional dan tidak lagi didasarkan pada iming-iming bantuan sosial, seperti ketiga kartu Jokowi tersebut.

M Aminudin, Pengamat Politik ISDS


 

Kartu Pra Kerja merupakan kepentingan jangka pendek Jokowi. Dengan diluncurkannya kartu tersebut diharapkan akan memilih Jokowi di Pilpres 2019. Sehingga bisa mengalahkan oposisi yakni Prabowo-Sandi. Soal nanti program Kartu Pra Kerja tidak jalan seperti program-program sebelumnya maka sudahlah. Jadi Kartu Pra Kerja ini setengah program abal-abal untuk meraup pemilih di kalangan pengangguran.

Edysa Girsang, Ketua BRN

Kartu Pra Kerja hanya obat penenang sesaat saja. Tapi prinsip kebutuhannya tak terjamin. Karena kartu tersebut belum bisa menjamin kualitas hidup rakyat. Apalagi belum diketahui dari mana anggaran untuk keberadaan kartu tersebut. Karena hingga saat ini aturan teknis atas keberadaan Kartu Pra Kerja juga tidak jelas.