Bantu Warga Kampung Yoka, Dana CSR Tak Boleh Disia-siakan 

romi
Bantu Warga Kampung Yoka, Dana CSR Tak Boleh Disia-siakan 
Membangun Kampung Yoka/ ist

Yoka, HanTer – Membangun sebuah daerah di Indonesia diperlukan dana besar, salah satunya melalui lembaga CSR nya. Ini yang ditekankan pemerintah agar membangun daerah dilakukan secara bersama-sama, termasuk di Jayapura.

“Intinya pemerintah tidak bisa sendiri membangun daerahnya, maka ada dana CSR membantu kita untuk warga kita di kampung Yoka, Kota Jayapura, Propinsi Papua. Maka tentu ini jangan kita sia-siakan, mari kita sambut dengan baik,” kata Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru saat peletakan Batu Pertama Pilot Project Program Indonesia Terang untuk Infrastruktur Sipil dan Elektrifikasi Mandiri oleh Lembaga Pengembangan CSR Indonesia, sekaligus Peresmian Kantor DPD Gappenas Perwakilan Papua di Jayapura, Sabtu (2/3/2019).

Seperti diketahui Kampung Yoka luasnya sekitar 15 hektar dan merupakan  kampung terbesar di Jayapura,  yang berada di dekat Bandara Sentani. Oleh karenanya, pilot project ke 7 di kampung Yoka, Distrik Heram ini bukan yang pertama tapi ada yang kedua serta seterusnya dan berkelanjutan.  
Sedangkan, Kolonel Gathot mewakili Kementerian Polhukam berharap alat tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena harga satuannya cukup mahal, dijaga, dirawat. 

“Siapa lagi yang akan merawat kalau bukan kita yang memakainya. Untuk teknisnya tanyakan LPCI. Ini baru tahap pertama, nanti akan ada tahap kedua, berikutnya mungkin yang lain fisiknya, bukan hanya Indonesia Terang, tapi nanti ada rumah ibadah,” katanya.

Ketua Umum Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI), Teten Indra mengungkapkan aset bangsa kita yang belum teroptimalkan dalam pelaksanaannya. Dimana regulasi pemerintah sudah mengatur hampir 5 undang-undang. 

"Jadi sungguh begitu kuatnya, ini adalah hak masyarakat yang tidak boleh diabaikan oleh seluruh perusahaan yang beroperasi diseluruh wilayah kita. Kalau hak, perlu kita tagih dan ini kita manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, kami membuatkan konsep membangun negara tanpa uang negara. Dari mana sumbernya, yang kami usung tentu sumbernya dari sumber dana CSR," paparnya.

Sementara, Ketua Umum Gerakan Pengusaha Peduli Nasional (GAPPENAS) Dede Koswara, mengingatkan bahwa dihadapan Kolonel Infanteri Moch Andi yang mewakili Pangdam XVII Cendrawasih, program ini akan di seluruh Indonesia kita jalankan dan bukan hanya di Papua saja.

"Insya Allah akan dilakukan seluruh Indonesia. Mudah-mudahan apa yang kita rencanakan, kita niatkan diberikan kelancaran. Dan Teten Indra selaku Ketua Umum Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI) selaku inspirator, kreator dari CSR ini terus bisa membuat program-program baru lagi untuk kemajuan Indonesia, untuk kemajuan tanah air kita,” harapnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain, Kolonel Gathot (Monitoring Saber Pungli Kemenpolhukam), Davey Oktavianus Patti (Staff Ahli Hukum Kemenpolhukam), Pangdam XVII Cendrawasih yang diwakili Kolonel Infantri Moch Andi P (Asisten Teritorial Kasdam XVII Cendrawasih), Ketua Umum Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI),  Teten Indra, Kapolres Jayapura diwakili Aipda Alfrit B. Nadek, Kepala Distrik Heram, Bobby C.B Awi, Kepala Distrik Senggki, Yonas Nak

Kepala Distrik Manem, Adolf Boriam, para Ketua Umum Asosiasi ( Ketua Umum Gerakan Pengusaha Peduli Nasional -GAPPENAS), Dede Koswara, Ketua Umum Perkumpulan Pengelola CSR Indonesia - PEPCI, Taslim dan Perwakilan Ketua Gerakan Pengelola CSR Indonesia - GAPCINDO, Nuryana) serta Kepala Kampung Yoka, Anthonius Mebry.
 

#Kampung   #Yoka   #CSR   #Jayapura