Pelaku Fitnah ke Mahfud MD Tidak Mudah Terdeteksi

Danial
Pelaku Fitnah ke Mahfud MD Tidak Mudah Terdeteksi

Jakarta, HanTer - Pakar IT Ruby Alamsyah mengatakan, kemungkinan pelaku fitnah terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Mahfud MD melakukan teknik advanced sehingga tidak mudah terdeteksi keberadaannya.

"Iya, ada seperti itu, menyamarkan. Kalau polisi hanya menggunakan cara-cara sederhana, tidak menggunakan teknik advance tentu tidak akan ketemu (pelakunya), harus dengan teknik advanced juga, menelusuri jejak digital," ujar Ruby kepada Harian Terbit di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Ruby menjelaskan,  pada umumnya para pelaku cyber crime, atau penyebar fitnah dan kebohongan melalui personal computer (PC) atau handphone yang terkoneksi dengan internet, kerap melakukan aksinya secara terorganisir, sehigga butuh digital forensik.

"Perlu digital forensik untuk mengetahui keberadaan hacker atau pelaku cyber crime, server asli (mereka) yang digunakan misalnya dari Amerika, padahal bukan," bebernya.

Kalau secara normal, Ruby mengungkapkan, "Saya misalnya mengunjungi salah satu website melalui handphone saya, maka internet protocol (IP) saya yang terbaca di server website tersebut adalah Telkomsel, keberadaan saya mudah diketahui," pungkasnya.

@KakekKampret

Sebelumnya Mahfud MD difitnah seseorang melalui Twitter menggunakan akun @KakekKampret, yang menyebarluaskan bahwa mobil Mahfud MD dengan plat nomor B 1 MMD dari gratifikasi atau hadiah.

Mahfud sudah melaporkan ke Polisi, dalam hal ini Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi mengatakan sudah menerima laporan tersebut, dan tengah melakukan penyelidikan.

Selain itu Mahfud MD sudah menjelaskan asal usul mobil camry B 1 MMD miliknya itu dibeli cash pada tahun 2013, atau tiga hari sebelum ia pensiun dari Ketua MK.

Twit terbaru dari akun @KakekKampret juga tidak menjelaskan bukti soal mobil Mahfud MD berasal dari gratifikasi, namun mempertanyakan mengapa nopol B 1 MMD tidak terdaftar di Samsat DKI.

#Hoax   #mahfudMD   #fitnah