Luka Bakar di RS Anna, Pasien BPJS Mengadu ke Menkes

Danial
Luka Bakar di RS Anna, Pasien BPJS Mengadu ke Menkes
Luka Bakar Ira Puspita, (Foto dari pihak keluarga)

Bekasi, HanTer - Akibat luka bakar yang diderita Ira Puspita Rahayu (38), usai menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit Anna, ibu dari tiga orang anak ini belum mampu meneruskan pekerjaan sebagai sopir Trans Jakarta.

"Iya, sudah sebulan lebih," kata Ira saat dihubungi Harian Terbit, Jumat (1/3/2019). Ira juga belum mampu bekerja, aktifitas Ira juga terbatas, lantaran luka yang dideritanya di bagian perutnya itu membesar dan mengeluarkan nanah.

"Hari ini secara resmi kami mengadukan dugaan kasus malpraktek yang dialaminya di Rumah Sakit Anna, Bekasi ke Menteri Kesehatan dan sejumlah pihak terkait," ujar Tian Bahtiar mewakili pihak keluarga, Jumat (1/3/2019) malam.

Sebelumnya Bahtiar mengungkapkan, masalah ini sudah kami adukan ke Dinas Kesehatan Kota Bekasi. "Tapi sudah dua minggu ini tidak ada tanggapan. Ira ini kan operasi di sebelah kanan (perut) kok ada luka bakar di sebelah kiri," bebernya.

Pengaduan ke Menteri Kesehatan, lanjut Tian, terkait dugaan malpraktek pasca dia menjalani operasi usus buntu pada tanggal 11 Januari 2019. Saat itu Ira menjalani operasi usus buntu menggunakan fasilitas BPJS. Operasi  ditangani dokter Bambang Yudhadi. Operasi berjalan lancar bahkan kini sudah sembuh. Namun sejak usai operasi Ira menderita luka bakar, terus membesar dan bernanah. 

Menurutnya sudah hampir 2 bulan kasus ini terjadi, namun pihak rumah sakit dan dokter yang menangani tidak memberikan informasi medik yang sebenarnya, bahkan korban dan keluarganya menyimpulkan bahwa pihak rumah sakit sengaja menutup-nutupi kejadian sebenarnya.

Pihak rumah sakit pun tidak memberikan pengobatan yang sungguh-sungguh memulihkan kondisi Ira, bahkan cenderung mengabaikan. Selain menderita akibat luka bakar ini, Ira kini tidak dapat bekerja bahkan harus menanggung biaya pengobatan yang sangat berat untuk operasi plastik dan pemulihan.

"Dirut Rumah Sakit Anna sudah datang, tapi hanya berkunjung. Hari ini melaporkan ke Menteri Kesehatan dengan tembusan Ombudsman, tuntutan kami cabut izin operasi Rumah Sakit Anna," pungkasnya.