Tagar #JokowiHarapanPasti trending topic, Animo Ganti Presiden Terjadi Dimana-mana

Safari
Tagar #JokowiHarapanPasti trending topic, Animo Ganti Presiden Terjadi Dimana-mana

Jakarta, HanTer - Seruan ganti presiden terus digaungkan. Sejumlah survey di media sosial yang dilakukan warganet yang memenangkan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bukti animo rakyat Indonesia untuk mengganti presiden di 2019 sangat tinggi. Tak hanya itu sejumlah video yang meneriakkan “ganti Presiden’ juga menjadi viral. Selain Prabowo-Sandi, warganet juga memberikan dukungan kepada Joko Widodo (Jokowi) untuk memimpin kembali Indonesia pada Pilpres 2019.

Warganet optimis Jokowi akan membawa Indonesia semakin baik lagi. Dukungan tersebut disampaikan melalui kicauan dengan tagar  #JokowiHarapanPasti  yang menjaditrending topic di media sosial Twitter wilayah Indonesia, akhir Januari 2019.

Terkait seruan “ganti Presiden” itu, Kadiv Humas dan Advokasi Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyatakan, hasil survey dan viralnya teriakan “Ganti Presiden” itu membuktikan bahwa animo rakyat Indonesia untuk mengganti presiden di 2019 sangat tinggi.

“Ganti Presiden telah merasuki hati dan pikiran mayoritas masyarakat kita. Ini bukti bahwa memang rejim Jokowi sudah tidak dikehendaki lagi oleh rakyat. Terlalu banyak masalah bangsa ini yang timbul akibat lemahnya kepemimpinan nasional sehingga rakyat ingin perubahan. Rakyat ingin presiden baru yang lebih baik dari Jokowi,” kata Ferdinand kepada Harian Terbit, Rabu (27/2/2019).

Alasan ganti presieden, lanjut Ferdinand, ekonomi merosot, sosial antar masyarakat terganggu,  polarisasi masyarakat makin mengeras, politik gaduh, hukum tidak adil, kedaulatan negara terusik oleh serbuan asing. “Ini adalah sedikit dari banyaknya masalah yang timbul. Belum lagi utang yang menggunung tanpa berpikir resikonya,” ujar Ferdinand.

Hal senada disampaikan Presidium Pergerakan Andrianto, menurutnya keinginan ganti presiden sudah tidak terbendung lagi. “Saya rasa sudah tidak terbendung bahwa rakyat ingin perubahan. Selama empat tahun ini makin jelas ketidakberhasilan Jokowi. Semua raport merah, terutama ekonomi yang jeblok,” ujarnya.

Cukup Besar

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat Nur Supriyanto mengatakan pihaknya akan mengembuskan isu ganti presiden lebih gencar. Menurutnys, hasil pemilihan kepala daerah serentak di Jawa Barat pada 27 Juni 2018 menjadi barometer perebutan suara untuk pemilihan presiden 2019. 

"Animo warga Jawa Barat untuk mengganti presiden cukup besar," kata Nur di kantor DPW PKS Jawa Barat di Bandung, bebderapa waktu lalu.

Kenapa Takut?

Sebelumnya, sejumlah media massa memberitakan pernyataan Prabowo. "Kenapa orang ganti presiden takut? Ganti pengemudi itu biasa. Kalau mau ganti pilot yang pilotnya itu harus andal, harus bisa mengemudikan pesawat dan selain andal harus punya karakter dan akhlak yang baik. Ini tanggung jawabnya besar," katanya.

Menanggapi hal ini, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Kiai Ma'ruf Amin Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto menilai wajar jika masyarakat takut ganti presiden. Hasto berujar sosok yang didorong untuk menggantikan Presiden Joko Widodo memang bikin takut.

"Ya ganti pasti takut dong. Kalau yang ganti seperti itu, ya takut," ujar Hasto di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (16/12/2018).

Hasto menerangkan, figur Presiden Jokowi memang kuat tertanam di benak masyarakat sehingga itu yang digunakan kubu lawan adalah fitnah.

"Pak Jokowi difitnah artinya apa? Artinya berarti kuat. Karena kalau di pemilu itu diserang, itu artinya kuat. Karena apa? Karena programnya (Pak Jokowi) sulit ditandingi, karena karakter (jujurnya) sulit ditiru," tutur Hasto.

"Pak Jokowi itu wataknya turun ke bawah, merangkul. Itu tidak bisa pakai drama-drama. Nggak muda untuk bisa konsisten seperti Pak Jokowi," kata Hasto lagi, mengkontraskan dengan sosok Prabowo seperti dilansir Tribunnews.com.

Viral

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mereaksi keras viralnya video yang menampilkan sejumlah anak berseragam pramuka diajak berteriak ‘2019 ganti presiden’. Pelibatan anak-anak dalam politik praktis sangat disayangkan karena mencederai demokrasi.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding menduga keras tindakan sekelompok anak tersebut merupakan ulah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang telah dibubarkan pemerintah.

"Karena dibubarkan pemerintah makanya (HTI) menggunakan isu itu. Sangat disayangkan pramuka digunakan hal-hal seperti ini. Itulah cara-cara menurut saya menciderai proses pemilu kita, menciderai proses demokrasi kita," ucapnya di Media Center Jokowi-Ma'ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018).

Untuk diketahui video singat yang memperlihatkan sejumlah siswa berseragam Pramuka berteriak ‘2019 ganti presiden’ viral di media sosial.

Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso telah tegas menyatakan bahwa anak-anak itu bukan anggota pramuka. "Dari hasil pendalaman saya dan tim kwarnas dan kwarda, kita berkesimpulan bahwa mereka bukan pramuka," kata pria yang akrab disapa Buwas itu di Kantor Kwarnas, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Warganet

Warganet memberikan dukungan kepada Joko Widodo (Jokowi) untuk memimpin kembali Indonesia pada Pilpres 2019. Mereka optimis Jokowi akan membawa Indonesia semakin baik lagi. 

Dukungan tersebut disampaikan melalui kicauan dengan tagar  #JokowiHarapanPasti  yang menjaditrending topic di media sosial Twitter wilayah Indonesia, Jumat (25/1/2019).