Riset: Caleg Pendatang Baru Ungguli Petahana di Bangka Belitung

Sammy
Riset: Caleg Pendatang Baru Ungguli Petahana di Bangka Belitung
Ilustrasi

Jakarta, HanTer - Kekhawatiran atas adanya kebingungan masyarakat terhadap banyaknya daftar calon legislatif (Caleg) sehingga membuat tingginya angka golput masih kerap terjadi. Guna membuktikan hal tersebut, TSJ Circle melakukan riset di beberapa wilayah. Salah satunya adalah Propinsi Bangka Belitung.

Bangka Belitung dipilih karena keunikan sisi geografisnya yang merupakan wilayah kepulauan, serta letaknya yang berada di Pulau Sumatera dan berdekatan dengan kota-kota besar di wilayah barat Indonesia.

Untuk diketahui terdapat 45 calon anggota DPR-RI dari 16 partai politik peserta pemilu yang memperebutkan 3 kursi DPR-RI dari dapil Bangka Belitung.

Wakil Direktur Eksekutif TSJ Circle, Miftahul Adib, mengatakan, dari hasil survey yang dilakukan hanya terdapat 10 calon anggota DPR-RI yang dikenal masyarakat. Hal yang cukup menarik, kata dia, adalah Kobalen yang merupakan caleg pendatang baru, lebih terkenal dari Rudianto Tjen yang merupakan anggota DPR-RI petahana.

"Eko Wijaya yang juga merupakan anggota DPR-RI petahana hanya unggul 5 persen dari Kobalen," ungkapnya melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Sebanyak 13 persen responden mengaku mengenal kobalen dari alat peraga kampanye yang di pasang serta dari berita di media terutama perdebatan Kobalen dengan Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra yang merupakan Tokoh Politik Nasional dari Bangka Belitung beberapa waktu yang lalu.

Dalam simulasi yang dilakukan terhadap responden dengan membagi kartu pemilihan, tingkat elektebilitas tertinggi diraih oleh Kobalen dengan 34 persen disusul oleh Eko Wijaya 28,2 persen dan Rudianto Tjen 15,7 persen.

"Sebagai pendatang baru, Kobalen merupakan caleg yang paling berpeluang lolos dari dapil Bangka Belitung," lanjut dia.

Ia melanjutkan, keunggulan yang diraih oleh Kobalen ini dikatakan karena program yang dibawanya dianggap berpihak kepada para buruh tani. Khususnya, petani lada, karet, dan sawit, serta program menyejahterakan para buruh tambang, dan juga konten-konten di alat peraga yang berpihak kepada kepedulian dalam dunia pendidikan, kaum milenial, dan emak-emak.

Untuk diketahui, Pemilu serentak 2019 merupakan pesta demokrasi pertama yang melakukan pemilihan calon presiden dan legislatif serta DPD secara bersamaan.

Survey TSJ Circle dilakukan pada 11-13 Februari 2019 dengan melibatkan 455 responden di 7 kabupaten dan kota di Bangka Belitung, mengunakan metode penarikan sample multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survey tentang tingkat keterkenalan calon menunjukan Eko Wijaya (Demokrat) 28,7 persen, Kobalen (Gerindra) 23.08 persen, Rudianto Tjen (PDI-P) 12,4 persen, Bambang Patijaya (Golkar) 8,4 persen, Tellie (Hanura) 4,3 persen dan Yusron Ihza Mahendra (PBB) 3,3 persen.

Kemudian Lusyani Suwandi (Nasdem) 2,1 persen, Hermanto Phoeng (Perindo) 0,27 persen, Suryadi Saman (PAN) 0,25 persen, dan Usmandia A. Andeska (PKS) 0,09 persen. Dan ada 17,1 persen yang tidak menjawab atau menjawab tidak tahu.