Ma’ruf Amin: Pembuat Hoaks Calon Ahli Neraka

Mahfud MD Nilai Pembuat Hoaks "Setan”

Harian Terbit/Safari
Mahfud MD Nilai Pembuat Hoaks
Kolase foto Maruf Amin dan Mahfud MD

Jakarta, HanTer -- Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD menyebut pembuat hoaks yang belakangan marak beredar melalui media sosial adalah setan, atau "anaknya iblis".

"Menurut saya, yang buat hoaks ini bukan salah satu kubu dari dua pasangan calon presiden yang akan berkontestasi di Pemilihan Umum 2019, melainkan pihak ketiga yang memang sengaja ingin mengadu domba," katanya kepada wartawan usai menggelar diskusi Jelajah Kebangsaan yang bertempat di Stasiun Gubeng, Surabaya, Jatim, Kamis.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu lantas menyayangkan dari masing-masing kubu calon presiden yang kemudian termakan hoaks yang sejatinya memang sengaja dilempar oleh pihak ketiga dengan tujuan memecah belah.

"Fitnah-fitnah melalui hoaks ini selalu diproduksi oleh pihak ketiga meskipun telah diluruskan," ujar pakar hukum tata negara kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur, tahun 1957 ini.

Dia menandaskan, dari hoaks yang sengaja diciptakan tersebut, kemudian menyebabkan saling tuding di tengah masyarakat berdasarkan ikatan primordial. "Hoaks ini selalu diproduksi dengan mengatasnamakan perjuangan, namun justru mengoyak ikatan kebangsaan," tuturnya.

Ahli Neraka
 
Sebelumnya,  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Ma'ruf Amin mengatakan pembuat berita bohong atau hoaks merupakan calon ahli neraka. 

Pernyataan itu disampaikan Ma'ruf saat menjadi pembicara kunci dalam acara Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan, Mengarusutamakan Islam Wasathiyah: Menyikapi Bahaya Hoax dan Fitnah Bagi Kehidupan, Keagamaan dan Kebangsaan, di Makassar, Rabu malam. 

"Penganut hoaks itu merupakan calon ahli neraka. Menurut agama bohong membawa ke perbuatan menyimpang, dan menyimpang itu membawa masuk neraka. Berarti kebohongan menyeret orang masuk neraka, makanya jangan buat hoaks," ujar Ma'ruf. 

Ma'ruf yang juga merupakan cawapres RI, mengatakan hoaks dan fitnah, jika sudah menjadi watak bangsa akan sangat berbahaya. Akan sangat sulit untuk mengembalikan watak seperti itu.