Jelaskan Lahan Prabowo, Zulhas Sebut JK Negarawan

Danial
Jelaskan Lahan Prabowo, Zulhas Sebut JK Negarawan
Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Jusuf Kalla

Jakarta, HanTer - Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan, penjelasan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), terkait lahan milik Prabowo Subianto sudah sesuai dengan kondisi dan fakta yang ada.

"Pak JK itu kan bukan bela siapa-siapa, menyampaikan apa adanya. Pak JK dari dulu orang baik, apa yang dia tahu, ya ngomong aja. Pak JK negarawan orangnya, apa yang dianggap benar, dia ngomong aja, bukan bela siapa-siapa," kata Zukifli Hasan yang akrab disapa Zukhas di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2019).

Menurut Zulhas, apa yang disampaikan JK sangat objektif. Bahkan, saat ini banyak orang menyebut Prabowo itu sebagai patriot dan nasionalis, karena sudah mengurus dan membeli lahan 220 ribu hektare. Ini, untuk menyelamatkan aset negara.

"Yang paling penting, kalau mau bagus itu kan ada pernyataannya Pak Prabowo kan, kalau negara memerlukan silahkan, kan bagus tuh," bebernya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai wajar, jika ada sekelompok orang menguasai pengelolaan ratusan ribu hektare lahan di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya, terkait heboh lahan ratusan hektare yang dikuasai Prabowo Subianto.

JK, bahkan mengungkapkan, lahan Prabowo yang ada di Kalimantan, justru didapat karena atas izinnya. Setelah kredit macet dan sempat diambil alih bank, pengelolaan lahan itu kemudian dibeli oleh Prabowo.

"Kebetulan, waktu itu saya yang kasih itu. Itu di tangan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), kemudian di tangan Bank Mandiri, karena itu kredit macet. Prabowo (bilang) bahwa dia mau beli. Saya tanya, you beli tapi cash, tidak boleh utang. Siap (kata Prabowo). Dia beli, pakai cash," papar JK.
Pada acara debat kandidat kedua, Presiden Joko Widodo menyatakan soal lahan yang dimiliki Prabowo Subianto sebanyak 220 ribu hektare di Kalimantan Timur dan Aceh.
Prabowo mengakui, memiliki lahan ratusan hektare di Kalimantan dan Aceh. Namun, lahan yang dikuasai Prabowo merupakan hak guna usaha (HGU) dan milik negara.

"Terkait tanah itu benar, tetapi itu HGU milik negara. Jadi, setiap saat negara bisa ambil," ungkap Prabowo dalam debat presiden kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu malam, 17 Februari 2019.