Debat Capres Harus Adu Gagasan Bukan Adu Domba

Safari
Debat Capres Harus Adu Gagasan Bukan Adu Domba

Jakarta, Hanter - Debat capres putaran kedua akandigelar Minggu (17/2/2019). Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie memprediksi debat capres  akan terjadi saling serang antara dua kandidat, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. "Dengan dihapusnya kisi-kisi soal maka debat kedua diprediksi akan seru," kata Jerry di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Jerry menyebut, dalam debat kedua nanti, Jokowi akan unggul di sektor infrastruktur begitu pula di segmen Sumber Daya Alam (SDA).Dalam debat kedua nanti, Prabowo akan mempertanyakan soal kelemahan jalan tol. Soalnya di Asia Tenggara bahkan Asia jalan tol Indonesia termasuk paling mahal rata-rata tarif tol di Indonesia berkisar Rp 1.300 hingga Rp 1.500/km.

Sementara di negara-negara tetangga, seperti Singapura Rp 778/km, Malaysia Rp 492/km, Thailand dalam kisaran Rp 440/km, Vietnam dalam kisaran Rp 1.200/km, dan Filipina Rp 1.050/km. Dalam debat nanti, publik juga menanti strategi capres untuk membawa Indonesia menjadi negara swasembada pangan seperti tahun 1984 silam.

"Nah, debat ini solusi untuk menjawab strategi dua capres seperti apa? Debat itu identik dengan adu konsep, adu argumen, adu ide, adu gagasan, adu intelektual bukan adu puisi atau adu domba. Sisi rasionalitas yang dikedepankan bukan sisi emosi," jelasnya.

Pemecahan Masalah 

Pengamat politik dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Sidratahta Mukhtar mengatakan, baik Jokowi maupun Prabowo akan lebih siap hadapi debat capres periode kedua ini. Hanya saja saat ini publik membutuhkan format debat untuk adu pemikiran dan adu kemampuan. Adu pemikiran dan kemampuan tersebut untuk meyakinkan publik Indonesia yang saat ini semakin cerdas.

"Adu pemikiran dan adu kemampuan merupakan proses pencerdasan bangsa. Karena kita sayangkan pada tingkat real politiknya praktek kampanye para pendukung banyak yang tak produktif untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran yang perkuat sistem demokrasi kita," jelasnya.

Menurut Sidratahta, dalam debat nanti maka moderator untuk mengarahkan bagaimana strategi untuk memecahkan masalah-masalahkebangsaan. Karena harus diakui saat ini masyarakat  mengalami krisis ideologi kebangsaan dan krisis moral. Akibatnya banyak penyelenggara pemerintahan yang terbukti melakukan korupsi yang sudah dipastikan akan merugikan rakyat Indonesia.

"Isu-isu yang diangkat pada laga debat kedua ini, baiknya lebih substantif dan berorientasi pemecahan masalah. Sehingga, siapapun yang dipilih rakyat Indonesia apakah petahana Jokowi atau Prabowo bisa memecahkan masalah Indonesia," tegasnya. 
 
Debat kedua pilpres akan digelar Minggu (17/2/2019). Peserta debat adalah calon presiden. Tema yang diangkat energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Debat diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta. Empat stasiun televisi yang akan menyiarkan debat, yaitu RCTI, JTV, MNC TV, dan INews TV.