Sandiaga Kebal Dibully, Suryo Prabowo: Lelaki Sejati Tak Ingkar Janji

sammy
Sandiaga Kebal Dibully, Suryo Prabowo: Lelaki Sejati Tak Ingkar Janji
Sandiaga Uno saat sedang blusukan ke sebuah pasar (ist)

Jakarta, HanTer - Dukungan demi dukungan kerap diraup pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga, jelang hari pencoblosan 17 April 2019 mendatang. Kali ini, dukungan datang dari alumni SMA Pangudi Luhur (PL) di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Salah satu alumni yang hadir, Johannes Suryo Prabowo, menegaskan bahwa, acara ini bukan merupakan deklarasi apalagi tandingan capres lainnya yang sebelumnya sudah bertemu dengan alumni PL. 

"Ini bukan deklarasi, kami hanya kumpul. PL itu brotherhood, persaudaraan. Kalau di tentara jiwa korsa. Kami hanya tak mau Brother Sandi sendirian," ujar Suryo Prabowo. 

Mantan Pangdam Bukit Barisan ini juga menyampaikan bahwa persaudaraan alumni merasa bangga dengan Sandiaga Uno yang maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2019 ini. 

"Ada alumni PL yang menjadi menteri setiap kabinet. Nah, saat ini kami anak PL bangga, Bro Sandi maju Pilres. Sekali lagi, kami tak mau Bro Sandi sendirian," katanya. 

Pada kesempatan itu, Suryo yang merupakan alumni PL angkatan 72 berpesan kepada Sandiaga Uno agar menerapkan nilai-nilai yang pernah diajarkan di almamaternya. 

"Tidak ada kata lain selain dukung anak PL. Tak mungkin anak PL dukung yang lain. Dan Smsebagai brotherhood, kita saling mengisi. Lelaki sejati anak PL, lelaki sejati pantang ingkar janji," tandas purnawirawan berpangkat Letjen tersebut.

Kebal Dibully

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, merasa tidak terpengaruh dengan perundungan atau bullying yang dilakukan pihak-pihak tertentu dalam kontestasi pemilihan presiden 2019. 

Menurut pria yang akrab disapa Sandi ini, jiwanya sudah ditempa menghadapi hal demikian sejak masih sekolah di Pengudi Luhur (PL) Jakarta yang terkenal sebagai sekolah laki-laki. 

"Di PL kami berteman, kami belajar berteman. Meski berbeda pilihan kita tetap berteman. Belajar di-bully. Jadi kalau sekarang di-bully, ya tidak ada apa-apanya," ujar Sandi saat bertemu dengan Alumni PL di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Ia menuturkan, saat masih sekolah di PL ia pernah menerima perundungan yang cukup membuat jiwanya menjadi sosok yang tangguh. 

"Dulu saya pernah di acara jambore dihukum menggunakan pakain daster tiga hari. Hukuman-hukuman itu yang membuat kita kuat. Itulah yang membuat kita tidak baperan," kenangnya. 

Pada kesempatan itu, Sandi juga meminta seluruh alumni PL untuk tidak terpecah belah dalam situasi pesta demokrasi saat ini. 

"Saya tidak mau almamater yang saya banggakan ini terpecah. Jangan juga mencemooh pihak lain. Persaudaraan harus nomor satu, tapi kalau pilpres nomor?," tanya Sandi yang langsung disambut teriak 'dua' oleh alumni PL.

Lauhul Mahfudz

Selain itu, Sandi juga menjelaskan bahwa Tuhan sudah mencatat siapa yang akan menjadi presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024. Catatan Tuhan tersebut sudah ada di tempat tertinggi dan terjaga dari adanya penambahan, pengurangan, penyelewengan dan penggantian. 

"Allah sudah menentukan di Lauhul Mahfuz Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024," ujar Sandi.

Untuk itu, mantan Wakil Gubernur DKI tersebut meminta pendukungnya agar tetap menjaga persaudaraan dan keutuhan bangsa. Dalam hal ini, Sandi juga mengutip Alquran Surat Al Imron ayat 26-27 yang bermakna mengenai kekuasaan. 

"Allah memberikan kekuasaan kepada yang dikehendaki, dan Allah juga yang akan mencabut kekuasaan kepada yang dikehendaki," jelasnya. 

Meski demikian, di hadapan ratusan peserta deklarasi tersebut, Sandi meminta agar relawan pendukungnya tetap bekerja ikhlas dan tuntas dan mengawal Pilpres 2019 berjalan tanpa kecurangan.

"Emak-emak dan yang ada disini pastikan setiap hari menghadirkan 10 kegiatan positif. Pilpres kurang 62 hari, kalau dikali 10 berarti dari sini sudah ada 620 kebaikan," ajak Sandi. 

"Kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Jangan berhenti sampai 17 April. Kita jangan lengah, jangan sampai ada kecurangan," pesannya yang langsung disambut riuh dukungan para relawan.

Dukungan Positif

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai dukungan tersebut tentunya positif. Dan tentunya menambah semangat kubu Prabowo-Sandi."Positif lah itu, terutama buat Pak Prabowo-Sandi," ungkapnya di Jakarta,

Hendri menilai, dukungan yang diberikan oleh kalangan alumni tersebut tentunya berdampak besar. Baik secara pengaruh, maupun suara pemilih nantinya.

Menurut dia, hal tersebut tentunya menambah keseruan kontestasi Pilpres 2019."Ini membuat pertarungan menjadi lebih seru kalau menurut saya," kata Hendri.