Smesco Indonesia Siapkan Program Inkubator Startup Kuliner

Arbi
Smesco Indonesia Siapkan Program Inkubator Startup Kuliner
Direktur Utama Smesco Indonesia Emilia Suhaimi.

Jakarta, HanTer – Smesco Indonesia akan menyelenggarakan program inkubasi wirausaha kuliner Indonesia bagi startup atau usaha rintisian pada 2019 ini. Program ini dilakukan untuk menciptakan wirausaha-wirausaha baru di Tanah Air.

“Melalui kegiatan ini, peserta incubator diharapkan memiliki kemampuan produksi dan manajemen usaha kuliner yang berdaya saing,” kata Direktur Utama Smesco Indonesia Emilia Suhaimi saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Smesco, sambung Emilia, juga akan menyediakan kitchen lab serta berbagai pelatihan kepada para startup tersebut. Diantaranya, pelatihan keterampilan, penyusunan bussines plan dan pelatihan manajemen bisnis kuliner yang dilengkapi kurikulum dan pengajar berpengalaman.

“Kita juga akan bersinergi dengan sumber-sumber pembiayaan untuk mengatasi masalah permodalan dan kemitraan dengan penjualan online seperti Gofood. Diharapkan proses ini dapat mempercepat pertumbuhan usaha kuliner sehingga bisa disebut sebagai akselerator bisnis,” ucap dia.

Sejalan dengan itu, kata Emilia, tahun ini Smesco Indonesia akan lebih meningkatkan layanan informasi pasar, promosi dan jaringan pemasaran bagi produk koperasi, usaha kecil dan menengah (KUKM) di seluruh Indonesia. Di mana, pada 2018 sebanyak 2.713 KUKM telah memanfaatkan layanan akses pasar yang disediakan oleh Smesce. Jumlah tersebut meningkat 23,32 pesen dibanding tahun 2017.

“Ini juga mendorong peningkatan omset KUKM sebesar 270,84 persen sepanjang 2018,” katanya.

Program lainnya untuk 2019 seperti diungkapkan Emilia diantaranya Temu Mitra, Bimbingan Teknis dan Pendampingan pemasaran, hingga keikutsertaan dalam pameran strategis baik di dalam maupun luar negeri, dan inkubasi bisnis bagi KUKM.

“Kami juga akan terus memperkuat peran dan fungsi gerai Paviliun Provinsi sebagai wadah promosi produk unggulan KUKM Indonesia, di bidang kerajinan, fashion, sepatu dan alas kaki, makanan dan minuman dalam kemasan, serta kuliner melalui canvassing ke daerah-daerah untuk mencari produk unggulan dan mitra-mitra baru,” ujarnya.

Program canvassing ini diklaim Emilia cukup efektif untuk menjaring KUKM baru yang potensial dengan produk berkualitas dari seluruh Indonesia. “Kita akan buka akses pasar bagi KUKM baru ini, sehingga mampu meningkatkan daya saing KUKM daerah dan mendorong produk yang bernilai tambah tinggi,” katanya.

Pada 2018, Program Canvassing menjangkau 12 provinsi. Pada Tahap pertama, di Riau, Jawa Tengah, Aceh, Jawa Timur, Bangka Belitung, dan Maluku Utara. Hasilnya, didapat sebanyak 72 UKM mitra binaan baru.

Sedangkan tahap kedua dilanjutkan di Bengkulu, Lampung, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta dan Kalimantan Timur, dengan total rekrutan 120 UKM mitra binaan baru. "Program canvassing akan terus dilakukan di tahun ini sekaligus untuk mendapatkan UKM-UKM binaan baru yang akan difasilitasi ikut serta dalam berbagai pameran strategis di dalam dan di luar negeri," pungkas dia.